Workshop Nasional PTH, STIS Hidayatullah Perkuat Tata Kelola & Mutu Pendidikan Tinggi

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat— STIS Hidayatullah Balikpapan menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dengan mengikuti Workshop Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Kurikulum Outcome-Based Education (OBE), dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis OBE.

Kegiatan yang diselenggarakan Departemen Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Depdiktilitbang) DPP Hidayatullah ini berlangsung di Kampus STIE Hidayatullah Depok, Jawa Barat (13–17/10/2026).

Workshop ini menjadi bagian dari langkah strategis Hidayatullah dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta membangun sistem pendidikan yang berorientasi pada mutu dan capaian pembelajaran.

Diikuti 8 PTH

Kegiatan ini diikuti pimpinan delapan Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH), yakni STIS Hidayatullah Balikpapan, STAI Lukman Hakim Surabaya, STIE Hidayatullah Depok, Institut Abdullah Said Batam, STIT Mumtaz Karimun, STIQ Hidayatullah Medan, STIT Hidayatullah Samarinda, dan STAI Albayan Makassar.

Workshop juga melibatkan unsur Program Khusus Pendidikan Ulama Zuama (PUZ) sebagai bagian dari penguatan integrasi pendidikan akademik dan perkaderan.

Para peserta terdiri atas ketua atau pimpinan perguruan tinggi, wakil ketua bidang akademik, serta wakil ketua bidang kemahasiswaan dan perkaderan.

STIS Hidayatullah Balikpapan mengutus lima orang delegasi, yaitu Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan M. Rizky Kurnia Sah, Wakil Ketua I Kuat, Wakil Ketua III Pajrin B., serta dua perwakilan Program Pendidikan Ulama Zuama, yakni Wakil Ketua Kurikulum Muhammad Irfanuddin dan Aminul Umam dari unsur administrasi.

Harus Didukung SDM Berkualitas

Dalam arahannya pada rangkaian kegiatan workshop, Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc., menegaskan, keberhasilan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menjalankannya.

Menurutnya, penjaminan mutu tidak cukup hanya diwujudkan melalui kelengkapan dokumen, standar, dan prosedur administratif.

Diperlukan kesamaan pemahaman, komitmen, serta kemampuan pengelola perguruan tinggi untuk menerapkan sistem mutu secara konsisten.

Kiai Naspi juga menekankan pentingnya membangun sistem pembinaan dan pengembangan kompetensi kader secara berkelanjutan.

Evaluasi kualitas SDM, menurutnya, perlu memperhatikan bukan hanya kemampuan individu, tetapi juga sistem pendidikan dan pembinaan yang membentuknya.

SW sebagai Landasan

Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai Sistematika Wahyu (SW) sebagai landasan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Hidayatullah, mulai dari arah kelembagaan, pengembangan kurikulum, proses pembelajaran, hingga pembentukan karakter mahasiswa.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pengembangan mutu Perguruan Tinggi Hidayatullah tidak hanya menyangkut pemenuhan standar akademik, tetapi juga penguatan identitas kelembagaan dan nilai-nilai perjuangan Hidayatullah.

Pembenahan Tata Kelola Kebutuhan Strategis

Dalam sesi penguatan tata kelola perguruan tinggi, Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama Direktorat Pendidikan Tinggi PTKI, Dr. Ahmad Mahfud Arsyad, M.Ag., menekankan pentingnya kejelasan visi, penguatan SDM, dan pengelolaan kelembagaan yang terarah.

Ia mengingatkan, perguruan tinggi harus mampu menunjukkan keunggulan yang nyata melalui kualitas pembelajaran, kompetensi lulusan, serta kontribusinya dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, jumlah mahasiswa, anggaran, dan sarana prasarana, menuntut pimpinan perguruan tinggi melakukan pembenahan secara sistematis dan berkelanjutan.

Karena itu, penguatan SPMI perlu ditempatkan sebagai instrumen strategis untuk memastikan seluruh proses pendidikan berjalan sesuai visi, standar, dan tujuan institusi.

Dorong Transformasi Mutu yang Terukur

Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan, M. Rizky Kurnia Sah, memandang workshop ini sebagai momentum penting untuk memperkuat arah pengembangan institusi, terutama dalam membangun tata kelola yang lebih efektif, sistem penjaminan mutu yang operasional, dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam pandangannya, penguatan mutu perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti pada penyusunan dokumen atau pemenuhan persyaratan akreditasi.

Mutu perlu hadir sebagai budaya kerja yang tercermin dalam kepemimpinan, proses pembelajaran, pembinaan mahasiswa, dan evaluasi kinerja kelembagaan.

Bagi STIS Hidayatullah Balikpapan, pembenahan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing institusi di tengah perubahan kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi.

Rizky menilai, pengembangan STIS ke depan perlu bertumpu pada keselarasan antara visi kelembagaan, kebutuhan pemangku kepentingan, kompetensi lulusan, serta kekhasan pendidikan dan perkaderan Hidayatullah.

Ia juga memandang pentingnya integrasi pendidikan akademik dengan Program Pendidikan Ulama Zuama, agar lulusan tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan dan profesional, tetapi juga karakter Qur’ani, kepemimpinan, dan komitmen pengabdian kepada umat.

Dengan demikian, penguatan SPMI diharapkan menjadi bagian dari transformasi kelembagaan yang berdampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan dan kepercayaan masyarakat.

Penguatan SPMI – Kurikulum Berbasis Capaian

Workshop yang berlangsung selama lima hari ini dirancang dengan pendekatan training, workshop, dan clinic. Sehingga, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga terlibat langsung dalam penyusunan perangkat mutu perguruan tinggi.

Pada tahap awal, peserta melakukan pemetaan standar pendidikan tinggi, analisis kesenjangan dokumen SPMI, serta penyusunan standar prioritas dengan pendekatan Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP).

Tahap berikutnya diarahkan pada pengembangan kurikulum berbasis OBE, mulai dari perumusan profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), pemetaan bahan kajian dan mata kuliah, hingga pengukuran ketercapaian pembelajaran.

Rangkaian workshop kemudian dilanjutkan dengan penyusunan RPS berbasis OBE yang menghubungkan CPL, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, metode pembelajaran, dan asesmen secara terukur.

Melalui pendekatan itu, setiap perguruan tinggi diarahkan menghasilkan prototipe dokumen mutu, rancangan kurikulum, serta perangkat pembelajaran yang dapat dikembangkan dan diimplementasikan di institusi masing-masing.

Perkuat Komitmen Perbaikan Berkelanjutan

Keikutsertaan STIS Hidayatullah Balikpapan dalam workshop ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendidikan tinggi yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas.

Hasil workshop diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penguatan kebijakan mutu, penyempurnaan dokumen SPMI, penataan proses bisnis kelembagaan, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan.

Dengan mengintegrasikan sistem penjaminan mutu, pembelajaran berbasis capaian, dan nilai-nilai perkaderan Hidayatullah, STIS Hidayatullah Balikpapan diharapkan semakin mampu menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berkarakter Qur’ani, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Workshop ini sekaligus menegaskan, peningkatan kualitas perguruan tinggi merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan kepemimpinan, komitmen bersama, dan keberanian melakukan pembenahan secara konsisten.* (Abaluna/STIS/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *