Ketua DKM Ar-Riyadh: Niat yang Lurus Mengantarkan pada Keberkahan Hidup

Ummulqurahidayatullah.id– Suasana penuh kekhusyukan terasa di Aula Prasmanan, Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Jumat siang (26/9/2025).
Hari itu, jamaah dari berbagai kalangan berkumpul untuk menghadiri tausiyah bersama Ustadz Yasin Adnan, Ketua DKM Ar-Riyadh Gunung Tembak, Balikpapan.
Acara ini menjadi bagian dari majelis ilmu rutin yang digelar untuk memperkuat iman dan memperdalam pemahaman agama.
Kesehatan – Istiqamah
Dalam kesempatan itu, Ustadz Yasin mengangkat tema penting tentang kesehatan, niat, rumah tangga, serta istiqamah dalam menjalani kehidupan.
Dai yang juga guru SMH RM Putra ini membuka ceramah dengan mengingatkan, kesehatan merupakan salah satu nikmat Allah yang sering kali kurang disyukuri.
“Ketika kondisi tubuh sehat, banyak orang bekerja tanpa batas. Namun saat sakit menimpa, baru kita menyadari betapa berharganya kesehatan itu.
Padahal, kesehatan adalah amanah besar yang Allah titipkan kepada kita,” ungkapnya pada Taklim Jumat gelaran Mushida Balikpapan itu.
Niat yang Lurus
Ustadz Yasin kemudian menyampaikan pesan mendalam melalui kutipan dari Imam Ibnu Mubarak:
“Amalan kecil bisa menjadi besar karena niatnya, dan amalan besar bisa menjadi kecil karena niat yang salah.”
Pesan ini menegaskan, niat adalah kunci utama dalam setiap amal ibadah maupun aktivitas sehari-hari. Tanpa niat yang benar, amal yang besar sekalipun tidak bernilai di sisi Allah.
Namun, dengan niat yang ikhlas, amal yang tampak kecil bisa menjadi bernilai besar di akhirat.
Ustadz Yasin juga mengingatkan para jamaah untuk senantiasa memperbaharui niat, termasuk dalam kehidupan rumah tangga dan aktivitas rutin.
“Hidup tidak selalu lurus, terkadang berliku, ada suka dan duka, bahkan marah maupun ujian. Maka niat perlu terus diluruskan agar kita tetap berada di jalan yang benar,” tambahnya.
Harmoni Berumah Tangga
Ustadz Yasin juga menyoroti kehidupan berumah tangga yang sering menghadapi pasang surut. Ia menegaskan bahwa tidak ada rumah tangga yang sepenuhnya bebas dari masalah.
“Suami tidak boleh terus mencari kesalahan istri, begitu pula istri tidak boleh mencari-cari kekurangan suami. Jika itu dilakukan, rumah tangga bisa bubar. Sebaliknya, harus saling melengkapi agar kehidupan menjadi harmonis,” pesannya.
Menurutnya, ujian dalam rumah tangga bukan untuk melemahkan, tetapi justru untuk menguatkan hubungan dan mengajarkan kesabaran.
Kesabaran & Ujian Hidup
Ustadz Yasin menekankan, kesabaran adalah kunci utama dalam meraih hidayah Allah. Ia mencontohkan, para Nabi dan Rasul adalah hamba Allah yang menghadapi ujian paling berat, namun mereka tetap sabar hingga akhir hayat.
“Kesabaran itu mudah diucapkan, tetapi sangat berat untuk dilaksanakan. Namun, Allah menjanjikan hidayah bagi siapa saja yang mampu bersabar,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, semakin tinggi ilmu seseorang, justru semakin banyak ujian yang akan dihadapinya.
Lama tinggal di pesantren, misalnya, tidak serta-merta menjamin keimanan selalu lurus. Justru cobaan dan godaan bisa semakin besar.
Jangan Tunda Kebaikan
Mengakhiri ceramah, Ustadz Yasin mengingatkan jamaah untuk tidak menunda amal kebaikan.
“Sekecil apapun kebaikan, lakukanlah hari ini. Belum tentu esok hari berpihak pada kita,” pesannya.
Ia juga mengingatkan, kebaikan akan selalu kembali kepada pelakunya, demikian pula keburukan akan kembali kepada yang mengerjakannya.
Oleh karena itu, istiqamah dalam berbuat baik adalah jalan terbaik yang harus ditempuh seorang Muslim.
Ia menegaskan, Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi seluruh manusia, bukan hanya untuk kaum Muslimin saja.
Hal ini ditegaskan dalam Surat Al-Jatsiyah, bahwa Al-Qur’an adalah basoir (petunjuk yang jelas) untuk manusia.
“Dengan kesabaran, kesungguhan, dan niat yang lurus, seorang santri maupun seorang Muslim pada umumnya akan menjadi pribadi yang mulia dan disegani,” pungkas Ustadz Yasin.* (Aufa/@Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments