Ustadz Nursyamsa Hadis: Setiap Mukmin Pasti Diuji, Hadapi dengan Sabar & Shalat

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- “Kita bisa mengukur indikator diterimanya shalat kita oleh Allah dari perubahan diri kita. Kalau tahun lalu kita masih mudah marah, kemudian tahun ini Allah menjadikan kita lebih sabar, itu salah satu indikator.
Kalau seorang santri sudah tidak lagi memakai atau mengambil sandal temannya tanpa izin, itu juga menjadi indikator. Sebab shalat yang diterima akan mencegah perbuatan keji dan mungkar.”
Pesan itu disampaikan anggota Majelis Penasihat Hidayatullah, Ustadz Drs. Nursyamsa Hadis, saat mengisi Kajian Jumat Ummahat Muslimat Hidayatullah, bada Zuhur, Jumat, 25 Muharram 1448 H (10/7/2026 ), di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan.
Mengawali kajiannya, Ustadz Nursyamsa mengaku bersyukur dapat kembali mengisi pengajian di Gunung Tembak setelah sekian lama.
Ia juga mengenang masa-masa awal perjuangannya bersama KH Abdullah Said Rahimahullahu Ta’ala.
Saat itu, sebagai kader muda yang belum berkeluarga, Ustadz Nursyamsa hanya menerima ‘gaji’ Rp 2.500, ditambah sabun mandi, pasta gigi, dan seperempat kilogram deterjen. Keterbatasan itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkhidmat.
Tugas di Batam
Ustadz Nursyamsa juga berbagi kisah ketika menerima amanah bertugas ke Batam, Kepulauan Riau.
Meski sempat khawatir istrinya tidak bersedia ikut berpindah, sang istri justru menyatakan siap mengikuti penugasan tersebut sebagai bentuk ketaatan terhadap amanah perjuangan.
Seluruh proses itu, tuturnya, menjadi perjalanan yang ia syukuri hingga Allah meneguhkan dirinya tetap istiqamah berkhidmat untuk umat dan agama lewat Hidayatullah hingga saat ini.
Renungan Kematian
Mengangkat Surah Al-Baqarah ayat 28, Ustadz Nursyamsa mengajak para peserta pengajian Jumat itu untuk merenungkan hakikat kehidupan dan kepastian kematian.
Manusia, jelasnya, pada mulanya tidak bernyawa, kemudian Allah menghidupkannya, mematikannya, menghidupkannya kembali, lalu kepada-Nya seluruh manusia akan dikembalikan.
Renungan itu semakin mengena ketika Ustadz Nursyamsa menceritakan ziarahnya ke kompleks makam KH Abdullah Said, Ibunda Aida Chered, Ustadz Hasyim,Hs, dan Nenek Tika, yang berada di dekat Gedung Prasmanan, tempat pengajian Jumat itu.
Ustadz Nursyamsa lantas mengungkapkan bahwa Januari 2027 mendatang usianya akan genap 60 tahun.
“Kalau mengikuti usia Rasulullah ﷺ, berarti waktu saya tinggal sekitar tiga tahun lagi. Karena itu saya ingin memanfaatkan sisa usia ini untuk terus menghadirkan kemaslahatan bagi umat,” ungkapnya.
Ujian Hidup
Ustadz Nursyamsa kemudian mengulas Surah Al-Baqarah ayat 155, yang menegaskan bahwa Allah akan menguji manusia dengan rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan, serta memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.
Menurutnya, berbagai persoalan hidup merupakan ketetapan Allah yang pasti dialami setiap manusia.
Ustadz Nursyamsa mengenang nasihat almarhum KH Abdullah Said ketika menghadapi santri yang bermasalah, yakni menyebut nama santri tersebut dalam setiap sujud dan mendoakannya dengan sungguh-sungguh.
Menutup kajiannya, Ustadz Nursyamsa mengingatkan firman Allah dalam Surah Al-Ankabut ayat 2 bahwa orang-orang yang mengaku beriman pasti akan diuji.
Karena itu, setiap ujian hendaknya dihadapi dengan kesabaran, memperbaiki kualitas shalat, serta menjadikan shalat sebagai sarana bermunajat kepada Allah agar lahir perubahan akhlak yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.* (Itha/Mushida/@Uqreat)
Recent Comments