Tingkatkan Kualitas SDM, YPP Hidayatullah Balikpapan Gelar Pembinaan Pegawai Pendidikan Putri

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Bidang Pendidikan dan Perkaderan Putri Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan menggelar Pembinaan Pegawai Pendidikan Putri, Sabtu, 19 Muharram 1448 H (4/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Profetik dalam Sikap, Profesional dalam Tugas” ini diikuti oleh 113 pendidik dan tenaga kependidikan putri dari berbagai unit pendidikan di lingkungan Yayasan Hidayatullah Balikpapan.
Bertempat di Aula Prasmanan, Gunung Tembak, Balikpapan, kegiatan dihadiri oleh guru jenjang KB-TK, SD, MTs, MA, hingga SMH (Sekolah Menengah Hidayatullah), dosen putri STIS Hidayatullah, serta seluruh tenaga kependidikan putri.
Peserta mengikuti rangkaian pembinaan sejak pagi hingga menjelang sore hari.
Peningkatkan Kualitas Pendidikan
Ketua Bidang Pendidikan dan Pengaderan Putri, Ustadzah Siti Solehah Fathillah, S.H.I., M.M., menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, dengan memperkuat karakter para pendidik.
“Kami ingin seluruh insan pendidikan putri tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi lebih utama adalah memiliki adab yang kuat dan mampu menghadirkan nilai-nilai profetik dalam setiap amanah yang dijalankan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan materi Fikih Kepegawaian yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Kusnadi, M.Hum.
Akad Harus Dijaga
Dalam materinya, sang doktor mengingatkan bahwa hubungan antara pegawai dan lembaga merupakan sebuah akad yang harus dijaga.
Setiap pendidik dituntut untuk menunaikan hak dan kewajiban secara profesional sebagai bentuk amanah dan ibadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Ia mengutip hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,
الْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوطِهِمْ، إِلَّا شَرْطًا أَحَلَّ حَرَامًا أَوْ حَرَّمَ حَلَالًا
“Kaum Muslimin terikat dengan syarat-syarat (perjanjian) yang mereka buat, kecuali syarat yang menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Akar Persoalan Adab & Solusinya
Usai jeda istirahat, peserta mengikuti Workshop Adab bersama Ustadzah Ani Chaerani, M.Pd.
Pada sesi ini dibahas bahwa akar persoalan adab berawal dari hati yang jauh dari Allah, kurangnya ilmu adab, minimnya keteladanan, serta lemahnya hubungan antara guru dan murid.
Sebagai solusi, ia mengajak para pendidik untuk memperbaiki hati sebelum mengoreksi perilaku peserta didik, memperbanyak belajar adab, menjadi teladan, membangun kedekatan dengan murid, menggunakan pendekatan yang mendidik, melibatkan orang tua, dan senantiasa mendoakan peserta didik.
Pada akhir materi, peserta diajak melakukan micro teaching sederhana untuk melihat sejauh mana penerapan adab dalam pembelajaran dan penanganan masalah.
Perkuat Sinergi
Setelah zuhur, kegiatan dilanjutkan dengan Upgrading Kelembagaan yang disampaikan oleh Ustadz Anwari Hambali.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak memperkuat sinergi antarunit, menyamakan visi dan budaya kerja, serta membangun komitmen bersama dalam memajukan lembaga pendidikan Hidayatullah.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan berharap lahir pendidik yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki karakter profetik, sehingga mampu menjadi teladan dan melahirkan generasi Qurani yang unggul, beradab, dan siap berkontribusi bagi umat dan bangsa.* (Ema/@Uqreat)
Recent Comments