Tasmi’ Akbar LPIH Luqman Al-Hakim Balikpapan: Ini Pesan Penting untuk Para Penghafal Qur’an

Ummulqurahidayatullah.id– Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah (LPIH) Luqman al-Hakim Balikpapan menggelar Ujian Terbuka Hafalan al-Qur’an atau dikenal dengan acara “Tasmi’ Akbar”, Sabtu (10/5/2025).
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IX SMP dan kelas XII SMA tersebut berlangsung secara terpisah antara putra dan putri.
Untuk putri bertempat di Kampus Putri LPIH Luqman al-Hakim, sedang siswa putra berkumpul di lantai utama Masjid Al-Amin Hidayatullah, Jl Sultan Alauddin Kampus Karang Bugis, Kota Balikpapan.
Acara bertajuk “Bi al-Qur’an Nartaqiy fi al-Jannah Naltaqiy” tersebut juga diramaikan oleh para orangtua siswa teruji dan guru-guru Luqman al-Hakim.
Adapun bertindak sebagai penguji, Ustadz Abu Ahmad (Imam Masjid al-Amin Hidayatullah) dan Ustadz Mujiul Haq (Pengajar Rumah Qur’an adz-Dizkru, Balikpapan). sedang untuk siswi putri, diuji langsung oleh Ustadzah Rosmayani (lulusan LIPIA Jakarta) dan Ustadzah Izmi Hayatun (Guru Bina Baca Qur’an adz-Dzikru Balikpapan).
Pantauan Media Center @Ummulqurahidayatullah, tampak satu per satu siswa tampil ke depan secara bergiliran di hadapan penguji.
Selanjutnya, mereka diminta untuk melanjutkan potongan ayat yang dibacakan. Terlihat sebagian ada yang lupa dengan ayat yang dimaksud. Namun tak sedikit pula yang lancar menjawab dengan bacaan al-Qur’an yang fasih.
“Hal anta musta’id? Iqra qaulahu Ta’ala, wa aqimu as-shalata wa atu az-zakata warka’u ma’a ar-raqi’in…” ucap Ustadz Abu Ahmad membacakan soal buat Sulaim as-Suyuthi, kelas IX asal Balikpapan.
Ujian Bukan Akhir dan Tujuan
Usai masing-masing siswa diuji dengan empat pertanyaan sambung ayat, selanjutnya Ustadz Mujiul Haq bin Anshor Amiruddin didaulat untuk menyampaikan taujih atau motivasi pencerahan.
Dikatakan Ustadz Mujiul, ujian ini bukanlah akhir dan tujuan. Justru giat “Tasmi’ al-Qur’an” kali ini menjadi langkah awal dari perjalanan panjang seorang penghafal al-Qur’an.
“Betapa mulianya menjadikan al-Qur’an bagian dari hidup manusia. Setiap Muslim harus memantaskan diri untuk berinteraksi dengan al-Qur’an,” ucapnya.
Al-Qur’an ini bukan hanya dibaca dan dihafal tapi diamalkan, diajarkan dan didakwahkan,” lanjutnya.
Tips Pertahankan Hafalan
Berikutnya, Ustadz Mujiul memberi tips agar seorang penuntut ilmu bisa mempertahankan hafalan al-Qur’annya.
“Menghafal saja tidak cukup, selesai setor terus selesai. Dulu hafizh sekarang habis, tidak boleh begitu. Teruslah menjaga hafalan dengan mengerjakan shalat Tahajjud, memperbanyak shalat sunnah. Kalau ada liburan jangan ikutan liburan (hafalannya),” jelasnya.
“Awas, ada setan gepeng di hadapan kita! Di sekolah luar biasa semangat, begitu ke rumah, Subahanallah. Hafalannya sepuluh juz murajaahnya satu halaman, itu tidak level harus dinaikkan lagi,” terangnya mengingatkan.
Terakhir, Ustadz Mujiul juga mengingatkan kepada seluruh ayah-bunda, bahwa urusan menghafal dan muraja’ah al-Qur’an ini bukan sebatas kewajiban siswa atau anak saja. Tetapi menjadi kewajiban setiap orang beriman mencintai al-Qur’an.
Pada sesi akhir acara, para siswa LPIH Luqman al-Hakim lalu diberi kesempatan untuk memasangkan peci putih kepada ayahnya dan asesoris mahkota berwarna perak kepada ibunya masing-masing.* (Abu Jaulah/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments