Silaturahim & Bukber Mahasiswa Ar-Raayah Sukabumi dengan Laznas BMH – DPP Hidayatullah

Silaturahim Laznas BMH dan DPP Hidayatullah dengan mahasiswa Institut Muslim Cendekia Ar-Raayah Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (26/2/2026).* [Foto: Istimewa/@Uqreat]

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Empat puluh mahasiswa Institut Muslim Cendekia Ar-Raayah Sukabumi duduk penuh antusias dalam suasana hangat.

Saat itu, Laznas BMH bersinergi dengan DPP Hidayatullah menggelar silaturahim dan pembagian paket buka puasa, awal-awal Ramadhan 1447 H ini.

Pertemuan itu bukan sekadar buka puasa bersama (bukber), tetapi ruang penguatan bagi para alumni pesantren yang kini menempuh jalan akademik.

Public Relation BMH, Imam Nawawi, menegaskan tujuan kegiatan pada Rabu (26/2/2026) tersebut.

“Silaturahmi ini guna mendorong semangat para mahasiswa yang dahulu adalah santri dari berbagai pesantren Hidayatullah agar tetap menempa diri dan kelak bermanfaat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan peran BMH bukan hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjaga api idealisme generasi muda agar tetap menyala.

Menuntut Ilmu Karena Iman

Fuad Fahruddin, Kadep Perkaderan DPP Hidayatullah, memberikan materi penguatan tentang makna menuntut ilmu.

“Menuntut ilmu adalah wajib. Landasannya harus iman, agar ilmu menjadi cahaya dan manfaat, bukan sekadar alat untuk kepentingan diri sendiri,” paparnya.

Pesan itu mengingatkan mahasiswa bahwa ilmu tanpa iman dapat kehilangan arah. Ilmu yang benar harus melahirkan tanggung jawab sosial dan keberpihakan pada kebaikan.

Lanjutkan dengan Pelatihan Menulis

Dalam sesi diskusi, para mahasiswa menyampaikan harapan akan pembinaan lanjutan, khususnya dalam keterampilan menulis.

Riswandi, mahasiswa semester VIII asal Pesantren Hidayatullah Manokwari, Papua Barat, menyuarakan aspirasi tersebut.

“Kami sangat butuh pendampingan seperti ini. Ke depan kami ingin mendapat pembekalan menulis agar kemampuan berpikir kami semakin terasah,” ungkapnya.

Aspirasi itu menunjukkan kesadaran bahwa gagasan perlu dirawat dan disebarkan. Menulis menjadi jembatan agar ilmu tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjangkau masyarakat luas.

Komitmen Bersama

Pada penutup kegiatan, Kadep Pembinaan Anggota DPP Hidayatullah, Iwan Abdullah, menegaskan komitmen bersama. Ia mengajak seluruh peserta menjadi inspirator umat dalam visi membangun peradaban.

Seruan itu menjadi penegasan bahwa silaturahim ini bukan pertemuan sesaat. Ia menjadi pijakan untuk melahirkan generasi berilmu, beriman, dan siap mengambil peran strategis di tengah tantangan zaman.* (Herim/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *