Senyum Warga Aceh Tamiang pada Milad ke-24 BMH: dari Lumpur Menjadi Syukur

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Jejak lumpur tebal sisa banjir itu kini telah hilang. Lantai Gedung Pendidikan Baitina, di Desa Semadam, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, kembali bersih dan layak pakai.
Di tempat inilah, Sabtu (27/12/2025), suasana duka perlahan berganti menjadi senyum.
Sebanyak 250 warga berkumpul di sana. Mereka terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa. Kehadiran mereka bukan sekadar berkumpul, melainkan untuk syukuran Milad ke-24 Baitul Maal Hidayatullah (BMH).
Lokasi ini dipilih karena nilai historisnya bagi warga setempat. Gedung yang sempat lumpuh diterjang banjir ini kini telah pulih. Ia siap kembali melayani kebutuhan pendidikan warga.
Hikmah di Balik Musibah
BMH menghadirkan Ustadz Aswin Solin di tengah-tengah warga. Ia adalah dai tangguh yang berpengalaman dari Kabupaten Langkat. Sebelumnya, ia bertugas dakwah di Tapanuli Selatan selama lima tahun.
Aswin mengajak warga merenungi kejadian ini dengan hati lapang. Menurutnya, setiap musibah pasti menyimpan kebaikan tersembunyi bagi orang beriman.
“Kita tidak tahu hari ini, tapi tidak mungkin ini tanpa hikmah,” ucap Aswin menenangkan warga.
Ia pun membakar semangat warga yang hadir. Musibah ini harus menjadi momentum penguat persaudaraan. Semangat gotong royong perlu dikencangkan kembali untuk bangkit.
“Dua hal itu perlu agar kita segera bangkit dan semakin taat,” tegasnya.
Respons Cepat Lembaga
Kepala Humas BMH Pusat, Imam Nawawi, turut hadir menyapa warga secara langsung. Ia menjelaskan peran BMH sebagai lembaga amil zakat nasional. Jaringannya tersebar luas, termasuk di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Jaringan luas inilah kunci kecepatan respons BMH di lapangan. Imam menyebut bantuan untuk penyintas banjir bisa cepat dan berkelanjutan.
“BMH memiliki dai dan relawan yang menetap di lokasi,” ungkap Imam. Hal ini membuat distribusi bantuan lebih akurat dan tepat waktu.
Keceriaan Anak-anak Penyintas
Kebahagiaan paling nyata terlihat pada wajah anak-anak. Salah satunya adalah Aninita Khairin Niswa (15). Remaja ini tak bisa menyembunyikan rasa harunya saat acara berlangsung.
Hari itu ia mendapatkan bingkisan lengkap dari BMH. Isinya berupa perlengkapan sekolah, makanan ringan, dan kebutuhan lainnya. Tak hanya itu, ia juga diajak beraktivitas kreatif.
“Saya sangat senang karena bisa tetap bermain dengan teman-teman,” ujar Aninita.
Ia dan teman-temannya sibuk membuat kerajinan tangan. Mereka juga belajar matematika dengan cara yang menyenangkan. Bagi yang berhasil menjawab kuis, amil BMH memberikan hadiah tambahan.
Sementara anak-anak bermain, orang dewasa mendapatkan perhatian berbeda. Mereka menerima sajian makan sore hangat secara gratis.
“Sesuatu yang sederhana, namun sangat dibutuhkan warga pascabencana,” ungkap Sri seorang warga.
Sore itu di Aceh Tamiang, selain bentuk kesyukuran, Milad BMH ke-24 menjadi juga menjadi simbol harapan baru bagi warga yang sedang menata kembali kehidupannya.* (Herim/@Uqreat/@Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments