Pengantin Baru: Sedihnya Wisuda Tanpa Kehadiran Orangtua, Tapi Bahagia karena Bareng Istri

Salah satu pasangan pengantin baru yang juga wisudawan-wisudawati STIS Hidayatullah pada Sabtu (18/09/2021) di Gunung Tembak, Balikpapan.* [Foto: Muh. Abdus Syakur/MCU]

GUNUNG TEMBAK–  Suasana wisuda pada Sabtu (18/09/2021) masih belum luput dari para alumni STIS Hidayatullah Balikpapan. Wisuda yang digelar untuk tiga angkatan, yakni alumni angkatan 13,14, dan 15 itu banyak memberikan kesan yang sangat luar biasa.

Pada umumnya, sudah biasa terdengar jika kader-kader alumni STIS Hidayatullah Balikpapan yang bertugas di seluruh indonesia akan menghadiri prosesi wisuda di Balikpapan.

Namun kali ini, momentum itu menjadi suatu hal yang agak berbeda dari biasanya. Pandemi Covid-19 yang masih melanda menyebabkan perjuangan untuk menghadiri prosesi wisuda yang dilakukan secara offline ini pun menjadi suatu yang sangat berkesan dan lebih terasa.

Rasa senang yang terpancar di wajah wisudawan tampak begitu jelas. Terutama bagi para pengantin baru yang mengikuti pernikahan mubarak 29 pasang santri pada Ahad (05/09/2021) lalu.

Baca juga: Sempat Tertunda karena Pandemi, STIS Hidayatullah Wisuda 187 Dai Sarjana Hukum

Perhelatan dua acara sekaligus pada bulan ini tersebut memberikan kesan yang sangat luar biasa bagi para alumni, terutama para alumni yang berstatus pengantin baru.

“Saya, Bang, senang betul dan Alhamdulillah sekali kita dapat melaksanakan wisuda tiga angkatan sekaligus,” ujar Sutardi, wisudawan angkatan 14 kepada Media Center  UmmulQura (MCU) Hidayatullah.

“Alhamdulillah meski wisuda pada saat (pandemi) Covid-19 seperti ini, tapi tetap dihadiri oleh pejabat pemerintah. Sehingga ini terasa sekali bagaimana pedulinya pemerintah itu tetap peduli kepada kita.”

Alumni yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik angkatan 14 itu menambahkan, “Kemudian saya senang bisa bertemu kembali dengan teman-teman alumni yang sudah lama sekali tidak bertemu secara langsung. Apalagi saya kan lulus tahun 2020 lalu, jadi sekitar satu tahunan saya tidak bertemu teman-teman yang bertugas di cabang-cabang Hidayatullah.”

Sutardi menceritakan, pada wisuda kali ini ia merasa sangat sedih. Pada momentum yang mahal ini harusnya ia dapat menghadirkan kedua orang tuanya. Qadarullah hal itu tidak dapat terwujud asbab pandemi Covid-19.

“Sebenarnya saya itu pengen sekali menghadirkan orang tua saya ke wisuda ini, karena kakak-kakak saya yang lain ketika wisuda itu mereka tidak sempat hadir. Saya sudah ngumpulin uang, Bang. Qadarullah, corona belum selesai dan banyaknya persyaratan untuk perjalanan. Akhirnya, ya begitulah. Kalau sudah begini beliau harus menunggu lama lagi untuk bisa hadir. Sementara adik saya masih 4 tahun untuk lulus kuliah,” tuturnya.

“Meski pun begitu, Alhamdulillah rasa sedih saya itu tertutupi bang,” jelasnya sambil tertawa kecil.

“Saya wisuda bersama istri. Padahal yang harusnya dengan keluarga tapi bersama istri,” ungkapnya.

Ia mengaku, suasana yang seperti ini adalah suatu hal yang ia bayangkan semenjak dulu.

“Dan syukurnya di bulan yang saya mendapatkan hal-hal yang luar biasa dari Allah. Pertama, bisa menjadi peserta pernikahan mubarak. Kedua, menjadi peserta wisuda bersama istri tercinta. Kebetulan juga istri saya alumni yang belum wisuda juga, jadi kita sama-sama melaksanakan wisuda,” terangnya dengan wajah yang berbinar-binar bahagia saat menceritakannya kepada MCU.

Baca juga: Perjuangan Abdullah Said dari Papua Mengikuti Wisuda di Tengah Wabah

Hal yang sama dirasakan oleh Aswar Anas, alumni STIS Hidayatullah angkatan ke-15. Ia mengaku sempat merasa sedih karena wisuda yang seharusnya dihadiri oleh orang-orang terdekat, terutama keluarga itu, pada saat hari H tidak ada satu pun yang dapat hadir karena Covid-19 yang belum kunjung usai.

“Sebenarnya saya sedih, karena orang tua saya ndak bisa hadir wisuda saya. Selain faktor umur yang sudah lanjut, juga karena susahnya persyaratan untuk berangkat ke sana dan kemari,” jelasnya kepada MCU saat diwawancarai di bawah kubah Masjid Ar-Riyadh, Senin (20/09/2021).

“Tapi di sisi lain saya juga merasa bahagia sekali, dengan diadakannya wisuda ini saya bisa bersua kembali dengan teman-teman saya, dengan senior angkatan 13 dan 14. Tapi yang semakin membuat saya bahagia itu, karena saya baru lulus kuliah tahun ini (2021) langsung menjadi peserta nikah mubarak. Yaa kita tahu lah nikah seperti ini sangat dinanti-nanti oleh para kader.

Dan saya menjadi salah satu pesertanya. Dan selang berapa lama ada lagi perayaan wisuda ini. Meski keluarga saya tidak hadir tapi dengan adanya seorang istri di samping ya dan yang Alhamdulillah-nya juga dia juga wisudawati, jadi kami barengan wisuda. Di situ kesedihan saya bisa tertutupi,” tambahnya lagi dengan wajah yang nampak bahagia dengan senyuman khasnya.

“Ini merupakan suatu yang Maa syaa Allah-lah bang, pokoknya Alhamdulillah-lah,” ungkapnya bersyukur.* (Asrijal/Media Center UmmulQura/STIS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.