Menteri: Istri Saya Pasti Bangga atas Hadiah Mukena Karya Mahasiswi STIS Hidayatullah

Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, Ph.D. (dua dari kiri), menerima hadiah mukena dari Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan, Ustadz M. Rizky Kurnia Sah, S.H.I., M.E. (dua dari kanan), didamping Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Naspi Arsyad, Lc. (kiri) dan Kahumas YPPH Balikpapan Ustadz Hidayat Jaya Miharja, S.Kom (kanan) di Gunung Tembak, Balikpapan, Ahad sore, 11 Ramadhan 1447 H (1/3/2026).* [Foto: IST/STIS/Uqreat]

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Salah seorang menteri yang pernah menjadi santri menyampaikan apresiasinya terhadap produk karya mahasantri Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan.

Ialah Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, Ph.D., yang baru-baru ini diberikan hadiah oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan, Ustadz M. Rizky Kurnia Sah, S.H.I., M.E.

Hadiah tersebut berupa sebuah mukena shalat produk Green Campus Collection. Mukena karya mahasiswi STIS yang diproduksi melalui Unit Penjahitan Kampus itu diberikan langsung oleh Ketua STIS kepada Menteri Kehutanan di Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, baru-baru ini.

Saat itu, suasana hangat dan penuh keberkahan menyelimuti Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Ahad sore, 11 Ramadhan 1447 H (1/3/2026).

Menteri Semringah

Dalam momentum silaturahim dan buka puasa bersama santri dan warga Hidayatullah, Menhut RI Raja Juli Antoni berkunjung ke lingkungan pesantren dan disambut dengan penuh khidmat oleh keluarga besar pesantren dan kampus.

Menteri Raja Juli tampak semringah saat menerima hadiah dari STIS Hidayatullah tersebut di Kantor YPPH Balikpapan. Ia mengaku bahwa istrinya pasti bangga atas hadiah tersebut.

“Terima kasih, istri saya pasti bangga dan pasti akan dipakai istri,” ujarnya penuh kehangatan.

Green Campus Collection

Pengakuan Menteri Raja Juli itu tentunya menjadi penyemangat tersendiri bagi para mahasiswi yang telah mencurahkan ketelitian dan kesungguhan dalam setiap jahitan produk mereka.

Penyerahan hadiah ini bukan sekadar simbol cenderamata, namun representasi nyata dari semangat kemandirian dan pemberdayaan mahasiswi.

Green Campus Collection merupakan unit usaha kampus yang menghadirkan beragam produk busana Muslim, seperti jilbab syar’i, gamis Muslimah dewasa dan anak, koko dewasa dan anak, mukena shalat, hingga ikat pinggang.

Seluruh prosesnya, dari desain, pemilihan bahan, pemotongan, hingga jahitan akhir, dikerjakan 100 persen oleh tangan-tangan terampil mahasiswi STIS.

Melalui wadah UKM/PSM Penjahitan, mahasiswi tidak hanya ditempa dalam aspek akademik dan ruhiyah, tetapi juga dibekali keterampilan praktis sebagai bekal kemandirian ekonomi.

Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membangun karakter Muslimah yang berilmu, berdaya, dan produktif.

Mukena shalat produksi Green Campus Collection, unit usaha kampus STIS Hidayatullah Putri Balikpapan.* [Foto: IST/STIS/Uqreat]

Beragam UKM Lain

Selain PSM Penjahitan, kampus juga memiliki beragam UKM/PSM lain sebagai ruang pengembangan minat dan bakat mahasiswi. Di antaranya Tata Boga, Thibbun Nabawi, Art, Jurnalistik, Skincare, English Club, hingga Beladiri.

Setiap unit menjadi laboratorium pembelajaran nonformal yang membentuk kepercayaan diri, kepemimpinan, serta jiwa kolaboratif mahasiswi dalam bingkai nilai-nilai keislaman.

Lebih dari sekadar unit usaha, Green Campus menjadi ruang belajar yang nyata. Di sana mahasiswi belajar tentang ketelitian, tanggung jawab terhadap kualitas, manajemen produksi, hingga pelayanan kepada konsumen. Setiap produk yang lahir diakui membawa nilai profesionalitas sekaligus nilai dakwah.

Diharapkan Jadi Ikon Kemandirian

Momentum silaturahim Ketua STIS Hidayatullah dengan Menteri Raja Juli itu menjadi penguat sinergi antara dunia pendidikan dan kepemimpinan nasional.

Sekaligus dinilai menegaskan bahwa karya mahasiswi pesantren mampu tampil dengan kualitas yang membanggakan di ruang-ruang terhormat.

Ke depan, Green Campus Collection tidak hanya diposisikan sebagai unit kewirausahaan internal, tetapi sebagai brand kampus yang siap tumbuh dan dikenal lebih luas oleh masyarakat.

Dengan standar kualitas yang terus ditingkatkan dan manajemen yang semakin profesional, karya mahasiswi STIS diharapkan mampu bersaing secara sehat di pasar busana Muslim, sekaligus menjadi ikon kemandirian kampus berbasis pesantren.

Bagi para calon mahasiswi, hal ini dinilai sebagai gambaran nyata pendidikan di STIS Hidayatullah Balikpapan: kampus yang tidak hanya mendidik untuk lulus, tetapi membina untuk tumbuh, mandiri, dan siap berkarya di tengah masyarakat.

Diharapkan, usaha itu menjadi bagian dari kontribusi besar dalam membangun generasi Muslimah yang berilmu, mandiri, dan membawa keberkahan bagi umat dan bangsa.* (Qonita/MediaSTIS/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *