Khatib Idul Fitri: Guru Alumni Ramadhan Harus Benar-benar Serius Mendidik

Ustadz Masykur Suyuti.* [Foto: @SKRsyakur/@Ummulqurahidayatullah]

Ummulqurahidayatullah.id– Spirit Ramadhan hendaknya mengantarkan seseorang menjadi sosok yang shaleh secara ritual dan sosial.

Ia tak hanya tekun menjalin hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga progresif menebar manfaat bagi manusia dan lingkungan di sekitarnya.

Pesan lugas di atas disampaikan oleh Ustadz Masykur Suyuti, Ketua Bidang I Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan, dalam kesempatan khutbah Idul Fitri di Masjid Babul Jihad, Kec. Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 1 Syawal 1446 H (31/3/2025).

Melalui teks khutbah yang dibacanya, Masykur mengingatkan sikap kepedulian dan keterpanggilan serta berbagi manfaat tersebut merupakan karakter dasar orang beriman.

Yakni selalu terpanggil untuk menolong saudaranya dan menyelesaikan problem orang lain.

“Demi menyelamatkan bangsa Indonesia yang sama-sama kita cintai ini, demi menyelamatkan negeri mayoritas Muslim ini, maka sebagai alumni ‘madrasah Ramadhan’ yang telah menjalani program tarbiyah secara intensif, hendaknya kita semua terpanggil untuk melakukan perbaikan, dalam bentuk apapun,” jelasnya dengan suara penuh semangat.

“Upaya perbaikan ini tidak cukup hanya dengan perbaikan diri sendiri saja, tetapi harus melakukan perbaikan terhadap umat dan bangsa.

Orang beriman harus tampil sebagai pejuang kebenaran, penegak keadilan, dan sosok penggerak membangun peradaban,” lanjutnya.

Untuk itu, Masykur kembali menegaskan agar setiap orang beriman punya kepedulian dan keterpanggilan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.

Serius Mendidik

Ketika menjadi guru, misalnya, Masykur yang juga Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengkaderan Hidayatullah (LPPH) Balikpapan ini meminta agar setiap pendidik untuk benar-benar serius mendidik dan mencurahkan ilmunya demi melahirkan murid yang beriman dan berilmu, cerdas dan beradab.

Secara lahiriah, lanjutnya, memberi manfaat kepada orang lain, membantu dan menolong mereka tampak sebagai tindakan yang mengorbankan waktu dan menguras pikiran, serta menyedot tenaga bahkan mengurangi harta seseorang.

“Namun ketika kebaikan itu dilakukan, hakikatnya ia sedang menanam kebaikan untuk diri kita sendiri,” pungkasnya sambil mengutip terjemah Surah al-Isra [16]: 7 yang berbunyi; Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri.

Pendidikan di Ponpes Hidayatullah

Seperti diketahui, Pondok Pesantren Hidayatullah menaungi sejumlah unit di bawah dua departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) serta Pendidikan Tinggi (Dikti).

Untuk Dikdasmen, terdapat unit pendidikan Kelompok Bermain (KB) al-Aulad, Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah, hingga Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH) Raadhiyatan Mardhiyyah Putra dan Putri.

Sedang Dept Dikti, terdapat Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah dan Pendidikan Ulama Zuama (PUZ) Hidayatullah. Khusus Penghafal al-Qur’an terdapat Ma’had Tahfizh al-Qur’an Ahlus Shuffah.* (Abu Jaulah/Media Center @Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *