Kemenag RI Dorong Pondok Pesantren Berikan Pelayanan Terbaik & Kontribusi Maksimal

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Tren penurunan jumlah santri di sejumlah pondok pesantren yang belakangan sempat viral di berbagai media sosial jadi atensi tersendiri bagi Dr. Endi Suhendi, Kepala Subdirektorat Satuan Pendidikan Muadalah dan Pendidikan Diniyah Formal, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan angka statistik itu terlihat turun drastis. Meski fakta di lapangan kadang tidak demikian.

Salah satunya, kata H. Endi terkait tidak berimbangnya jumlah pondok pesantren secara eksisting dengan jumlah yang terdaftar secara administratif di pangkalan data Kementerian Agama.

“Ini jadi tantangan tersendiri. Temuan di lapangan, ada begitu banyak pondok pesantren yang ternyata belum terdaftar di Kemenag setempat. Jumlahnya bisa sampai dua kali lipat,” ujar H. Endi beberapa waktu lalu.

Belum lagi soal isu miring yang kerap menerpa pesantren, tanpa bermaksud menutup mata, namun lanjutnya, hal ini sangat mudah “digoreng” oleh orang-orang yang memang sinis dan tak suka dengan pendidikan pesantren.

“Bukan menutupi keburukan, tapi kita tetap harus adil dan proporsional. Sebab masih begitu banyak kebaikan dan manfaat yang dicapai oleh pendidikan madrasah atau pondok pesantren ini,” ungkapnya.

Berikan Pelayanan Terbaik

Untuk itu, H. Endi turut mendoakan Pondok Pesantren agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada para santri dan kontribusi maksimal untuk masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Begitu lihat gerbang dan masjidnya, masyaAllah berkah luar biasa. (Ponpes) Hidayatullah ini ‘Gontornya’ atau ‘Sidogirinya’ kalau di Jawa ini,” lanjutnya.

Di hadapan puluhan peserta Pendampingan Penyelenggaraan Pesantren Sehat yang diadakan di Ruang Pertemuan WKP Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, itu, Kamis (2/7/2026), H. Endi membeberkan pentingnya mensyiarkan setiap program kebaikan yang dimiliki atau diadakan di pondok pesantren.

Apalagi Kemenag sendiri, kata H. Endi memiliki Program Pesantren Ramah Anak yang salah satu indikatornya adalah Pesantren Sehat.

“Jadi ini sangat related. Silakan kapitalisasi, jangan diamkan kebaikan ini. Syiarkan seluas-luasnya di semua platform media sosial. Ini penting di tengah gempuran berita yang kadang tidak berpihak dengan pendidikan Islam,” ungkapnya.

Manajemen Pengelolaan Pesantren

Terakhir, H. Endi mengingatkan pentingnya manajemen pengelolaan pesantren. Pendidikan disebutnya tak hanya mengajarkan kebaikan saja. Tetapi lebih penting dari itu adalah pembentukan karakter dan kedisiplinan.

“Literatur keislaman kita soal kesehatan itu sangat kuat. Anak-anak MI biasanya sudah hafal hadits itu, kebersihan bagian daripada keimanan.

Tapi kadang masih saja buang sampah sembarangan. Itu berarti butuh sistem manajemen dan sosialisasi terus menerus hingga terbentuk karakternya,” terangnya.* (Abu Jaulah/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *