Guru Besar Unsoed Ungkap Faktor-faktor yang Harus Dibenahi karena Lemahkan Organisasi

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat— Organisasi dapat memiliki banyak orang, agenda padat, bahkan aktivitas yang terus bergerak.
Namun, semua itu belum menjamin organisasi tumbuh kuat. Ada saatnya organisasi justru perlu memeriksa apa yang perlahan melemahkan dirinya dari dalam.
Hal itu dipaparkan Prof. Dr. Icuk Rangga Bawono salah seorang Guru Besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dalam Lailatul Ijtima’ Hidayatullah DIY-Jatengbagsel di Pesantren Hidayatullah Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Prof. Icuk mengawali uraiannya dari perkara yang sangat mendasar, yakni visi.
Organisasi akan menghadapi persoalan ketika orang-orang di dalamnya tidak lagi memahami visi secara bersama. Mereka mungkin tetap bekerja, menjalankan program, dan menghadiri berbagai agenda. Namun, gerak mereka perlahan kehilangan titik temu.
“Ketika visi tak lagi menjadi kesadaran bersama, organisasi akan bergerak tanpa arah yang sama,” ungkapnya, Sabtu malam itu (3/10/2026).
Penempatan Sumber Daya
Dari persoalan visi, kelemahan dapat menjalar ke dalam hubungan antarorang. Kepentingan pribadi mulai mendominasi, komunikasi tidak berjalan dengan baik, sedangkan pembagian peran kehilangan kejelasan.
Akibatnya, organisasi sulit menggerakkan seluruh kekuatannya secara optimal.
Masalah berikutnya menyentuh penempatan sumber daya manusia. Organisasi membutuhkan orang yang tepat pada tempat yang tepat. Kemampuan seseorang perlu bertemu dengan peran yang sesuai agar energi organisasi tidak habis untuk mengatasi persoalan yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal.
Jangan Sibuk Lalu Kehilangan Tujuan
Prof. Icuk juga menyoroti regenerasi. Organisasi yang kuat tidak menggantungkan perjalanan pada orang-orang tertentu. Ia perlu menyiapkan generasi berikutnya, memberi ruang untuk bertumbuh, serta memastikan nilai dan pengalaman terus mengalir dari satu generasi kepada generasi selanjutnya.
Pada saat yang sama, organisasi harus memiliki keberanian menyelesaikan konflik. Membiarkan persoalan berlarut akan menyimpan beban dalam hubungan antarkader. Karena itu, komunikasi, penyelesaian masalah, dan evaluasi perlu menjadi bagian dari budaya organisasi.
Pentingnya Evaluasi
Evaluasi menjadi penting karena kesibukan terkadang menciptakan ilusi kemajuan.
“Banyaknya rapat, program, perjalanan, dan kegiatan belum tentu menunjukkan organisasi bergerak menuju tujuan,” tegasnya.
Di sinilah organisasi perlu kembali melihat hubungan antara visi, manusia, peran, regenerasi, komunikasi, dan evaluasi.
Semua unsur itu menentukan apakah aktivitas benar-benar menghasilkan kemajuan atau justru menguras energi tanpa arah yang jelas.
Prof. Icuk yang juga Komite Ahli Hidayatullah DIY – Jatengbagsel itu pun kemudian mengajukan satu pertanyaan yang membawa peserta melihat persoalan organisasi secara lebih dalam.
“Apakah masalah organisasi kita terletak pada kekurangan orang, atau pada kemampuan mengorganisasikan orang?” tegasnya.* (Herim/@Uqreat)
Recent Comments