Dapat Beasiswa Sanabil Malaysia, 3 Alumnus Idad Lughawi PUZ Diterima di IIUM

Ummulqurahidayatullah.id– Tiga orang alumnus Idad Lughawi Pendidikan Ulama Zuama (PUZ) STIS Hidayatullah Balikpapan berhasil lulus seleksi ketat yang diadakan oleh Yayasan Sanabil Malaysia.
Ketiga alumnus itu, Ahmad Dihyah, Fityan Najid Goyyaz, dan Muhammad Akmal Iddah, mendapatkan beasiswa penuh dari Yayasan Sanabil Malaysia untuk kuliah di International Islamic University Malaysia (IIUM).
Yayasan ini adalah lembaga filantropi pendidikan yang mendukung kaderisasi ulama dan cendekiawan Muslim di berbagai negara.
Mudir PUZ-STIS Hidayatullah, Ustadz Muzhirul Haq, Lc., pada Kamis, 30 Rajab 1446 H (30/1/2025), menjelaskan, ketiga alumnus itu telah dilepas secara resmi untuk kuliah di IIUM.
“Program ini juga merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Sanabil Malaysia dan Departemen Sumber Daya Insani (SDI) DPP Hidayatullah, dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi kader-kader terbaik Hidayatullah,” jelas Muzhirul Haq dalam rilisnya diterima Media Center @Ummulqurahidayatullah di Gunung Tembak.
Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen terhadap pendidikan, Ketua Yayasan Sanabil Malaysia, Syeikh Prof. Dr. Fuad Abdo Mohamed Al-Soufi, berkunjung langsung ke kampus PUZ-STIS Hidayatullah di Gunung Tembak, Balikpapan, Jumat-Ahad (24-26/1/2025).
Syekh Fuad ke Gunung Tembak ditemani Kadep SDI DPP Hidayatullah, Dr. Arfan AU, M.Pd.
“Kunjungan perdana beliau bertujuan untuk melihat secara langsung suasana kampus induk Hidayatullah serta sistem pendidikan PUZ yang telah melahirkan kader-kader berkualitas dalam bahasa Arab, hafalan Al-Quran, dan disiplin ilmu Syar’i, termasuk tiga mahasiswa penerima beasiswa ini,” ujar Muzhirul Haq.

Gelar Ganda
Ia menjelaskan, penugasan belajar ke luar negeri bagi Alumni Idad Lughawi adalah program strategis Idarah PUZ dengan tujuan pengembangan SDI PUZ ke depan.
Program ini menyiapkan layanan Double Degree atau Gelar Ganda, yakni program perkuliahan yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan dua gelar akademis sekaligus dalam satu periode studi, yaitu ijazah sarjana Syariah PUZ-STIS Hidayatullah dan ijazah sarjana Tarbiyah kampus luar negeri.
“Dengan penugasan belajar ke luar negeri ini, mahasiswa PUZ diharapkan menjadi duta keilmuan dan kekaderan yang membawa manfaat bagi umat serta berkontribusi dalam mendukung mainstream tarbiyah dan dakwah di masa depan. Wallahu Al-Muwaffiq,” pungkas Muzhirul Haq.* (SKR/MCU)
Recent Comments