KH Dr. Mahrus El-Mawa: Perbedaan Organisasi Jangan Halangi Kerja Sama Antarlembaga Islam

Kepala Subdirektorat Pendidikan Diniyah dan Ma’had Aly Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, KH Dr. Mahrus El-Mawa, M.Ag. (tiga dari kanan), saat menghadiri Silatnas Rabithah Ma’ahid Hidayatullah (RMH) di Jakarta, Jumat (17/4/2026).* [Foto: Istimewa/@Uqreat]

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Silaturahim Nasional Rabithah Ma’ahid Hidayatullah (Silatnas RMH) yang berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, baru-baru ini juga memuat pesan mengenai pentingnya persatuan umat.

Pesan tersebut disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Pendidikan Diniyah dan Ma’had Aly Kementerian Agama RI, KH Dr. Mahrus El-Mawa, M.Ag., yang membuka kegiatan itu.

Kiai Mahrus hadir mewakili Direktur Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Gurutta Dr. Basnang Said, M.Ag.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan, perbedaan organisasi tidak boleh menjadi penghalang dalam membangun kerja sama antar lembaga pendidikan Islam.

Selain menjabat sebagai pejabat di Kementerian Agama, Kiai Mahrus juga disebut sebagai Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Dalam forum tersebut ia mengutip pesan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang disampaikan pada peristiwa Haji Wada’.

“Di antara kita ini tidak ada yang lebih mulia di mata Allah kecuali orang bertakwa,” kata Kiai Mahrus saat menyampaikan kutipan tersebut, Jumat (17/4/2026).

Ia menyebut, pesan tersebut menegaskan prinsip kesetaraan manusia dalam perspektif ajaran Islam.

Kiai Mahrus juga mengingatkan, perbedaan pandangan tidak seharusnya memicu perpecahan dalam kehidupan umat.

Ia menyampaikan, kebenaran mutlak hanya milik Allah, sementara manusia berusaha mendekatinya melalui proses ijtihad.

Silaturahim Nasional Rabithah Ma’ahid Hidayatullah mempertemukan pengelola pesantren Hidayatullah dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Cempedak, Otista, Jakarta.* (Ainuddin/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *