2.596 Santri Ikut Daurah Marhalah Ula Nasional SMA, Begini Kata Ketum DPP

Pembukaan Daurah Marhalah Ula (DMU) Nasional SMA sekaligus Orientasi Umum secara hibryd yang berepisentrum di Aula Sekolah Pemimpin, Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Selasa, 12 Sya’ban 1443 (15/03/2022).* [Foto: Hidayatullah.or.id]

Ummulqurahidayatullah.id– Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ustadz Dr Nashirul Haq, MA, membuka secara resmi perhelatan Daurah Marhalah Ula (DMU) Nasional SMA sekaligus Orientasi Umum.

Acara ini digelar secara hibryd yang berepisentrum di Aula Sekolah Pemimpin, Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Selasa, 12 Sya’ban 1443 (15/03/2022).

Setelah menyapa ribuan hadirin peserta offline di lokasi pembukaan acara maupun hadirin yang mengikuti secara online dari 34 provinsi se-Indonesia, Ustadz Nashirul memotivasi peserta agar hendaknya selalu semangat dalam beribadah, menjaga akhlak, rajin belajar, dan berdakwah.

“Mulia pribadinya, lurus aqidahnya, al-Quran akhlaknya, selalu semangat beribadah, dan siap berdakwah menuju Allah dalam komitmen jamaah demi tegak Islam kaffah,” katanya seraya menukil lirik mars Pandu Hidayatullah.

Dalam pada itu, Ustadz Nashirul juga berpesan kepada penyelenggara pendidikan agar senantiasa menguatkan perannya. Ia pun mengungkap 3 hal orientasi pendidikan yang menjadi tantangan ke depan, yaitu Karakter, Narasi, dan Kompetensi.

Masih dalam sambutannya, Nashirul berpesan kepada peserta DMU untuk senantiasa mengasah diri. Saat ini menjadi masanya mereka menjadikan momentum untuk membangun kualias diri.

Sebagai seorang Muslim, pesannya, hendaknya tidak saja cerdas dalam berpikir, tetapi juga memiliki rasa kepedulian. Di antaranya; ditunjukkan dengan kecapakan interaksi dalam bersosialisasi dan kemampuan memahami, berempati, dan peduli terhadap berbagai keadaan.

“Orang yang tidak punya kepedulian, tidak punya kecerdasan emosional, dan orang seperti ini tidak layak jadi manusia sebetulnya, apalagi mau jadi pemimpin,” katanya berpesan.

Lebih jauh, Ustadz Nashirul juga menekankan pentingnya penanaman tarbiyah ijtimaiyah atau pendidikan kemasyarakatan bagi segenap peserta didik. Sebab, mereka akan kembali berkiprah di tengah masyarakat apapun profesinya.

“Maka perlu dilatih agar bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat dan dengan segala jenis manusia,” katanya menandaskan.

[Foto: Hidayatullah.or.id]

Steering Committee yang juga Ketua Departemen Kepesantrenan DPP Hidayatullah, Ustadz Muhammad Syakir Syafii berharap kegiatan memberi bekal kepada peserta sebagai ujung tombak perjuangan dalam membangun peradaban Islam di Indonesia hingga dunia.

“DMU kali ini merupakan event kali kedua yang diselenggarakan serentak secara nasional di bawah koordinasi Departemen Kepesantrenan DPP Hidayatullah,” kata Ustadz Syakir.

Dia mengatakan, DMU kali ini diikuti oleh santri Hidayatullah kelas 11 atau kelas 2 SMA/sederajat atau seusia kelas 2 SMA, baik putra maupun putri.

Adapun total peserta yang mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan ini sebanyak 2.596 santri dengan rincian 1.158 santri putri dan 1.438 santri putra.

Ustadz Syakir juga menyebutkan jumlah rombongan belajar (rombel) sebanyak 121 rombel, terdiri dari rombel putra 54 dan rombel putri 67. Sementara jumlah instruktur total 431, terdiri dari 248 ustadz dan 183 ustadzah.

Dalam pembukaan DMU SMA ini, Ustadz Nashirul turut didampingi jajaran antara lain Kabid Tarbiyah Ustadz Abu A’la Abdullah. Tampak pula Ketua DPD Hidayatullah Depok Hafidz Bahar beserta pengurus Yayasan Hidayatullah Depok, Kepala SMA Hidayatullah Depok, dan dewan guru lainnya.

DMU SMA ini diagendakan berlangsung 3 hari di semua kampus-kampus Hidayatullah se-Indonesia. Kegiatan ini juga melibatkan Dewan Murabbi, Pemuda Hidayatullah, dan Muslimat Hidayatullah.*/Ainuddin

Sumber: Hidayatullah.or.id

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.