KBIHU Hidayatullah Kembali Beroperasi Layani Ibadah Haji-Umrah, Dimulai Musim 1446 H

Ummulqurahidayatullah.id– Bulan Zulhijjah 1446 H kali ini terasa istimewa bagi KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) Hidayatullah.
Bulan yang identik dengan ibadah Haji dan Qurban tersebut jadi penanda beroperasinya kembalinya KBIHU Hidayatullah dalam memberi pelayanan kepada masyarakat luas yang menunaikan ibadah haji dan umrah.
Hal itu disampaikan penuh haru oleh Haji Hamudi, nakhoda baru KBIHU Hidayatullah sekaligus yang ditugaskan berangkat haji mendampingi 46 jamaah haji asal kloter Balikpapan, Kalimantan Timur.
“Alhamdulillah, atas bantuan dan pertolongan Allah. Mohon doanya semua. KBIHU Hidayatullah kembali hadir mendampingi jamaah haji. Alhamdulillah, tahun ini jamaah haji terbagi dua kloter keberangkatan, insyaAllah,” ungkap Haji Hamudi terdengar menahan haru.
Momen silaturahim sekaligus pamitan penuh haru tersebut berlangsung di Aula Ma’had Tahfizh al-Qur’an Ahlus Shuffah di bilangan Gunung Binjai, ujung timur kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Ahad (25/5/2025).
Pantauan Media Center @Ummulqurahidayatullah secara langsung, Ketua Pembina Pemimpin Umum Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, juga hadir di acara tersebut.
Turut hadir Ketua Pembina dan Ketua Pengawas Ahlus Shuffah Ustadz Kaspan dan Ustadz Sujaib Saud, Ketua Yayasan Kampus Induk Hidayatullah Balikpapan, Ustadz Hamzah Akbar, serta sejumlah dewan guru Ma’had Tahfizh al-Qur’an Ahlus Shuffah dan juga Ustadz Maududi serta Ustadz Masykur, perwakilan dari Pengurus Harian YPPH Balikpapan.
“Kita semua memberi dukungan atas aktifnya kembali KBIH Hidayatullah (dulu namanya KBIH saja, red),” ucap Ustadz Hamzah Akbar memberi penguatan.
Menurutnya, KBIHU memiliki posisi strategis di tengah umat dan juga pemerintah.
Posisi Strategis KBIHU Hidayatullah
KBIHU dianggap bisa berfungsi optimal dalam memberi pelayanan bimbingan haji kepada umat sekaligus membuka ruang komunikasi secara intim dengan pemerintah, khususnya Kementerian Agama.
“Kita anggap ini hal strategis dalam pelayanan jamaah. Ada ruang dakwah yang terbuka lebar di sana. Sekaligus menjalankan amanah dan kepercayaan dari pemerintah,” lanjutnya menerangkan kedudukan KBIHU Hidayatullah.
Lebih jauh, penanggung jawab KBIHU diingatkan oleh Pemimpin Umum Hidayatullah, KH Abdurrahman, agar terus merawat amanah dan kepercayaan yang diberikan.
Kegiatan dan tugas demikian semata-mata adalah sebagai pelayan tamu-tamu Allah. Bukan semata orientasi bisnis atau mencari keuntungan.
“Saya yang pertama menikmati (pelayanan) jamaah haji di Hidayatullah,” ungkapnya mengawali cerita sejarah lahirnya KBIH dahulu.
“Selamanya normal tidak pernah ada komplain. Karena memang selama ini niatnya bukan cari uang,” lanjutnya.
Jangan Kehilangan Orientasi!
Menurut Pemimpin Umum Hidayatullah, ketika usaha travel atau pelayanan jamaah ini kehilangan orientasi, maka dampaknya bukan hanya kehilangan kepercayaan atau komplain sana-sini. Tetapi yang mengkhawatirkan adalah terjebaknya mereka ke dalam praktik syubhat.
“Tapi coba (lihat) travel-travel (lain) karena niatnya cari uang, akhirnya (jamaah) komplain. Makanya saya bilang syubhat semua. Sebab tidak sama dengan yang dikehendaki oleh Allah, untuk melayani jamaah haji, (jadi) bukan mencari keuntungan,” tegasnya mengingatkan.
Terakhir, Pemimpin Umum Hidayatullah lalu menceritakan satu kisah yang terjadi di KBIH Hidayatullah dekade silam.
“Maka dulu (di zaman) Pak Amru (Ustadz Amru Rijal Junaid almarhum, penanggung jawab KBIH) itu geleng-geleng kepala orang. Karena ini jamaah hajinya dipindah ke hotel bintang,” ujar Ustadz Abdurrahman.
Konon, saat itu sampai ada beberapa jamaah yang bertanya dan khawatir.
“Bilang jamaah hajinya tidak rugikah, Pak Amru”
“Dijawab tidak ada ruginya karena ini untuk dakwah,” tutup Ustadz Abdurrahman mengutip jawaban fenomenal Ustadz Amru Rijal Junaid kala itu.* (Abu Jaulah/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments