Dr Nashirul Haq: Bukan Rutinitas, Profesi Guru & Dosen Amanah Besar Membentuk Manusia

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Peradaban yang kokoh tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari tangan-tangan para pendidik yang mengajar dengan ilmu, mendidik dengan keteladanan, dan mengabdi dengan penuh keikhlasan.
Di tengah dinamika dan tantangan dunia pendidikan, menurut Wakil Ketua Anggota Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah, Ustadz Dr. Nashirul Haq, guru dan dosen diharapkan tetap menjadi garda terdepan.
Yaitu dalam melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam iman, dan siap mengemban amanah dakwah.
“Jangan pernah melihat profesi guru dan dosen sebagai rutinitas. Ini adalah amanah besar untuk membentuk manusia. Dari ruang kelas inilah lahir para pemimpin, dai, ulama, dan pejuang yang akan menentukan masa depan umat,” tegasnya dalam sebuah forum di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, beberapa waktu lalu.
Investasi Peradaban
Dr Nashirul lantas mengajak para guru – dosen Hidayatullah untuk memaknai profesi pendidik sebagai jalan perjuangan yang bernilai ibadah dan investasi peradaban.
Dai yang juga Ketua Umum DPP Hidayatullah Periode 2010-2020 itu menjelaskan, seorang guru pejuang tidak hanya bertanggung jawab menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam dalam setiap proses pendidikan.
Menurutnya, ilmu yang disampaikan harus mampu mengubah cara berpikir, membentuk akhlak, dan menumbuhkan semangat pengabdian.
“Target kita bukan sekadar meluluskan peserta didik, tetapi melahirkan kader rabbani yang memiliki akidah yang lurus, akhlak yang mulia, semangat berjuang, dan kesiapan untuk mengabdi kepada umat.
Itulah ukuran keberhasilan pendidikan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Keteladanan Guru
Lebih lanjut, Dr. Nashirul Haq menekankan bahwa kekuatan utama seorang pendidik terletak pada keteladanan.
Menurutnya, nasihat akan kehilangan makna apabila tidak tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika guru menjaga shalatnya, menjaga lisannya, menjaga amanahnya, maka tanpa banyak kata ia sedang mendidik.
Keteladanan adalah pelajaran yang paling kuat dan akan terus hidup dalam ingatan para murid,” katanya.
Ia juga mengingatkan, lahirnya kader rabbani merupakan hasil dari proses pendidikan yang panjang dan penuh kesabaran.
Karena itu, guru dan dosen harus tetap istiqamah, terus meningkatkan kapasitas diri, dan menjaga semangat dakwah dalam setiap pengabdian.
“Jangan lelah menanam kebaikan. Bisa jadi apa yang hari ini kita tanam di ruang kelas akan tumbuh menjadi cahaya yang menerangi umat di masa depan.
Setiap pendidik memiliki peran besar dalam membangun peradaban Islam,” pesannya dalam kegiatan Pembinaan Guru dan Dosen bertema “Meneguhkan Jati Diri Guru dan Dosen Pejuang, Demi Lahirnya Kader Rabbani” yang digelar di Aula LPPH, Sabtu, 26 Muharram 1448 H (11/7/2026).
Wadah Penguatan Visi Para Pendidik
Acara yang diikuti puluhan guru dan dosen itu menjadi wadah untuk memperkuat kembali visi perjuangan para pendidik.
Suasana pembinaan berlangsung penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan.
Para peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkokoh jati diri sebagai guru dan dosen pejuang, serta memperkuat sinergi dalam melahirkan generasi rabbani.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir semakin banyak pendidik yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga kokoh dalam integritas, keikhlasan, dan semangat perjuangan.
Sebab, dari guru dan dosen yang berjiwa pejuang akan lahir kader-kader rabbani yang siap melanjutkan estafet dakwah, membangun umat, dan menghadirkan peradaban Islam yang bermartabat.* (Abana/@Uqreat)
Recent Comments