Kepala Kemenag Balikpapan H Masrivani Apresiasi Ponpes Hidayatullah: “Palugada”

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Tanpa menutup mata atas berbagai persoalan yang ada, pendidikan keagamaan di madrasah dan di pondok pesantren disebut tetap menjadi pendidikan terbaik di Indonesia.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, H. Masrivani, S.Ag., M.H saat memberi sambutan dalam kegiatan Haflah at-Takhrij atau Tasyakuran Kelulusan yang diadakan oleh Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH) Raadhiyatan Mardhiyyah Putri Balikpapan, beberapa waktu yang lalu.
Menurut Masrivani, dengan ikhtiar untuk terus berbenah tanpa henti, pendidikan pondok pesantren dan madrasah bisa diibaratkan layaknya kertas berwarna putih. Konsekuensinya, ketika terjadi satu kasus atau persoalan tertentu, maka dengan mudah noda itu akan terlihat.
“Dalam hidupnya, manusia pasti ada nodanya. Maka tergantung dia di lingkungan apa. Kalau kertasnya abu-abu tentu berbeda dengan kertas putih,” ucap Kepala Kemenag yang didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Ibu Sinta Ningsih, M.Pd. di gedung Aula Pendopo, Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan (24/5/2026).
Cita-cita para orang tua dan pendidik, lanjutnya, tentu ingin mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat.
Perbanyak Bersyukur
Untuk itu, Masrivani mengimbau orangtua/wali santri dan para tamu undangan agar memperbanyak bersyukur atas keputusannya dalam mewadahi pendidikan anaknya di pondok pesantren.
“Banyak orangtua hanya melihat teks ayat bahagia dunia dan akhirat, padahal rumus dalam al-Qur’an itu mendahulukan kebahagiaan akhirat daripada kenikmatan dunia,” terangnya sambil menjelaskan ayat tentang perintah menjaga anak dan keluarga dari ancaman siksa neraka.
“Jadi kita bersyukur karena orangtua telah mencarikan negeri akhirat sebagaimana kita bersyukur sebab pondok juga berikhtiar menyediakan negeri dunia,” ujarnya sekaligus berbagi motivasi.
Dinilai Layak Dibanggakan
Secara pribadi, Ponpes Hidayatullah Balikpapan juga disebut sebagai salah satu pondok pesantren yang layak dibanggakan oleh warga Balikpapan, secara khusus.
“Ponpes Hidayatullah itu terbilang eksklusif dan inklusif. (Ia) terlibat di semua kegiatan kemasyarakatan. Ibarat palugada (apa lu mau, gue ada, red). Hidayatullah ini palugada. Dalam semua tingkatan santri, guru, dan madrasahnya,” ucapnya.
Lebih jauh, Kepala Kemenag Kota Balikpapan juga punya pandangan terkait beberapa pondok pesantren di kota Balikpapan.
“Jadi Balikpapan ini semua komplit. Mau yang lulusannya jadi waliyullah, mau yang alumninya jadi pejabat jadi kepala kantor, mau cari (calon) wali kota, semua ada dari lulusan pondok pesantren di Balikpapan,” jelasnya tersenyum sambil menyebut beberapa contoh nama pondok pesantren di Balikpapan.
Sebagai informasi, SMH Raadhiyatan Mardhiyyah Hidayatullah Balikpapan tahun 2026 ini meluluskan alumni sebanyak 182 orang putra putri untuk tingkatan MA dan MTs. Pantauan media Uqreat, acara tasyakuran atau penamatan berlangsung semarak dan dihadiri oleh ratusan tamu undangan.* (Abu Jaulah/@Uqreat)
Recent Comments