Spirit Idul Adha 1447H, Habib Lukman Hakim Tekankan Pendidikan Anak Sejak dalam Rahim Ibu

Ketua Bidang II Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Habib Lukman Hakim Alatas, berkhutbah Idul Adha 1447 H di Masjid Ar-Riyadh Gunung Tembak, Balikpapan, Rabu (27/5/2026).* [Foto: SKR/Uqreat]

Ummulqurahidayatulah.id | @Uqreat– Idul Adha 1447 H yang baru saja berlalu meninggalkan spirit pendidikan dalam rumah tangga. Hal demikian menjadi salah satu poin penekanan Ketua Bidang II Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Habib Lukman Hakim Alatas.

Habib Lukman Hakim mengingatkan tentang keteladanan keluarga Nabi Ibrahim dalam memberikan pendidikan kepada anak dan generasi pelanjutnya, untuk senantiasa tumbuh dalam bingkai keimanan dan ketaaatan kepada Allah.

“Ibu merupakan sosok pertama dan utama dalam mentransformasikan iman kepada putra-putrinya sejak dalam rahim hingga terlahir ke dunia,” ungkap Habib Lukman dengan suara yang lantang sebagai khatib Idul Adha di Masjid Ar-Riyadh Gunung Tembak, Balikpapan, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, setiap anak sesungguhnya terlahir dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa.

Di sinilah peran orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk dan mengembangkan putra-putrinya.

“Kaum ibu hendaknya menyadari bahwa stimulasi pendidikan bukan dimulai ketika anak memasuki usia sekolah, apa yang didengar dari ibunya menjadi input pertama bagi perkembangan otak anak,” lanjutnya dalam uraian khutbah.

Tiga Instrumen

Selanjutnya, Habib menjelaskan ada tiga instrumen yang diberikan Allah, yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, yang menjadi bekal penting bagi manusia dalam menjalani kehidupan.

Pendengaran disebut pertama kali mendahului dua instrumen lainnya sebagai isyarat bahwa proses penumbuhan iman dimulai dari mendengar, bahkan sejak seorang anak berada dalam kandungan ibunya.

Rahim ibu harus diyakini sebagai laboratorium pendidikan pertama bagi setiap manusia.

Kerja Sama Ayah-Ibu

Habib mengingatkan agar ayah dan ibu wajib bekerja sama memperdengarkan kalimat-kalimat yang baik kepada anak-anaknya.

Sikap dan perilaku mereka menjadi teladan yang dilihat langsung oleh anak dalam peragaan akhlak.

“Inilah puncak dari siklus pendidikan yang dilakukan secara berkelanjutan untuk menanamkan iman dalam jiwa anak-anak kita. Inilah pendidikan paling berharga bagi anak sejak usia dini,” ujarnya sambil mengutip hadits Nabi Muhammad tentang keutamaan akhlak sebagai pemberian yang paling berharga dari orang tua kepada anaknya.

Qurban 31 Sapi & 7 Kambing

Diketahui, Masjid Ar-Riyadh Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak menggelar pelaksanaaan shalat Idul Adha 1447 yang bertepatan pada 10 Dzulhijjah 1447, Rabu (27/5/2026) lalu.

Sejumlah ratusan jamaah laki-laki dan perempuan dari Kampus Tarbiyah dan juga Kampus Dakwah tampak berbondong-bondong memadati lantai utama yang beralas batu alam marmer tersebut.

Selepas shalat Idul Adha, kegiatan berlanjut di lokasi pemotongan hewan Qurban. Dari data yang dihimpun melalui Panitia Qurban, tahun ini Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak melakukan penyembelihan dan penyaluran hewan qurban sebanyak 31 ekor sapi dan 7 ekor kambing.

“Ini berasal dari 63 orang murarrib (yang berQurban) dan telah didistribusikan kepada 458 Kepala Keluarga (KK) di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah,” ucap H. Rukman Badaruddin, Ketua Panitia Pemotongan Hewan Qurban YPPH Balikpapan (28/5/2026).

“Semoga setiap helai hewan Qurban mejadi penggugur dosa-dosa dan menjadi saksi di Akhirat kelak, Amin,” tutupnya dengan saling mendoakan.* (Abu Jaulah/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *