Ketua YPPH Balikpapan Ingatkan Peningkatan Keamanan Lingkungan & Rumah Warga

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Aksi kriminalitas yang belakangan marak terjadi kembali menjadi atensi dari pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Kota Balikpapan. Tak kecuali dengan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak yang terletak di ujung timur kota Balikpapan dan berbatasan langsung dengan Kab. Kutai Kartanegara.

Terkait itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah, Dr. Arfan AU mengimbau seluruh warga agar konsisten melaksanakan tugas ribath (berjaga-jaga di malam hari) sesuai jadwal yang telah disepakati.

Menurutnya, ribath atau ronda malam dalam Islam bukan sekadar menggugurkan kewajiban dari Pak RT atau Kelurahan, tapi ini adalah tanggung jawab besar sekaligus mulia dalam ajaran agama.

“Jika dijalankan penuh amanah, (ribath) itu nilainya besar sekali. Karena orang lain merasa keamanannya terjaga dan dia bisa beraktifitas atau beribadah lebih baik dengan rasa aman itu,” ucap Ustadz Arfan dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh Koordinator Keamanan YPPH Balikpapan dan Ketua-ketua RT di lingkungan sekitar pondok pesantren itu, Ahad (17/5/2026).

Pentingnya Kesadaran Warga

Ustadz Arfan juga mengingatkan tentang pentingnya kesadaran warga dalam menerapkan SOP Keamanan di rumah dan lingkungan masing-masing.

“Ibaratnya, kita jangan mengundang orang asing untuk berbuat jahat hanya karena kelalaian atau keteledoran diri sendiri,” ungkapnya mengingatkan.

Ustadz Arfan lalu memberi contoh seperti larangan meninggalkan kendaraan kecuali dalam keadaaan terkunci. Terutama pada malam hari atau di tempat umum. “Itu contoh saja,” lanjutnya.

Dalam pertemuan silaturahim itu, juga disepakati oleh ketua-ketua RT untuk mengaktifkan kembali kegiatan Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) di setiap RT di sekitar pondok pesantren.

Tingkatkan Siskamling

Diketahui, santri yang mondok di Pesantren Hidayatullah yang beralamat di Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur ini setiap waktu berinteraksi dengan warga yang berdomisili di sejumlah RT sekitar. Sebut misalnya dari RT. 23, RT. 25, RT. 26, RT. 27, RT. 47, RT. 47, dan RT 48.

“InsyaAllah, selama ini Siskamling sudah berjalan, cuma memang masih perlu ditingkatkan kembali agar lebih optimal,” ucap H. Syamsul Ma’arif, Ketua RT. 25 yang diaminkan oleh para RT lainnya.

Forum kekeluargaan itu juga menyepakati sinergi bersama Sekolah Tinggi Ilmu Syariah dan Pendidikan Ulama Zuama untuk melibatkan para dosen pengajar dan mahasiswa untuk ikut menjaga keamanan lingkungan pondok pesantren.

“InsyaAllah siap berkomitmen untuk itu,” ungkap Ustadz Adaha mewakili para dosen sebagai bentuk dedikasi dan pengabdian masyarakat.

Imbauan Wali Kota Balikpapan

Dikutip dari media online, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud juga menegaskan tanggung jawabnya bersama aparat kepolisian dan instansi aparat pemerinta lainnya untuk memberi jaminan keamanan dan tidak membiarkan perbuatan kriminal yang meresahkan warganya.

Ia juga mengimbau seluruh warga Kota Balikpapan untuk terus meningkatkan kewaspadaan terutama di malam hari.

“Kalau perlu jangan berangkat sendiri, ada yang menemani. Kalau memang tidak terlalu penting keluar rumah tengah malam, lebih baik ditunda,” ucap Rahmad dikutip dari media lokal online.* (Abu Jaulah/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *