Rakerwil Mushida Kaltim 2026: Menguatkan Konsolidasi & Spirit Peradaban Islam

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Muslimat Hidayatullah (MUSHIDA) Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) di Gedung STIS Hidayatullah Putri, Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan (1–3/5/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 52 peserta yang terdiri dari pengurus Majelis Murabbiyah Wilayah (MMW), Ketua, Sekretaris, & Bendahara (KSB) dari tiap Pengurus Daerah , serta kepala sekolah PAUD Hidayatullah se-Kaltim.

Rakerwil menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan visi perjuangan, serta merumuskan langkah strategis Muslimat Hidayatullah dalam menjalankan peran dakwah, tarbiyah, dan pelayanan umat di Kaltim.

Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh jajaran pendamping Pengurus Wilayah Mushida Kaltim dari Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah. Yakni Ketua Umum PP Mushida Ustadzah Hani Akbar.

Hadir pula Kabid Perkaderan PP Mushida Ustadzah Saryati dan Ketua Departemen Organisasi Ustadzah Asri Wulantini.

Selain itu, tamu undangan dari berbagai organisasi Muslimah di Kalimantan Timur turut hadir dalam pembukaan Rakerwil, di antaranya perwakilan Pengurus Wilayah Muslimah Wahdah, Aisyiyah, Salimah, dan BKPAKSI. Adapun Muslimat NU yang juga diundang berhalangan hadir.

Jubir Peradaban

Rakerwil secara resmi dibuka oleh Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, Ustadz Hizbullah Abdullah Said, dan pembacaan doa dipimpin oleh Ustadz Habib Lukman.

Dalam sambutannya, Ketua DPW Hidayatullah Kaltim menegaskan pentingnya peran para pengemban amanah dalam menjawab problematika umat.

“Kita para pengemban amanah adalah juru bicara peradaban. Harus mampu mengetahui dan merasakan problematika umat di luar sana. Harus hadir memberikan pengaruh untuk mengubah nasib mereka terutama dalam spiritualisasi,” ajaknya.

Langkah Strategis

Sementara itu, Ketua Umum PP Mushida, Ustadzah Hani Akbar, menyampaikan bahwa konsolidasi jati diri organisasi menjadi fondasi utama dalam menjaga arah perjuangan Muslimat Hidayatullah.

“Hidayatullah sebagai gerakan tarbiyah dan dakwah memiliki akar historis yang kuat dalam membangun masyarakat berlandaskan nilai-nilai Qur’ani dan Sunnah.

Dalam konteks perkembangan organisasi, konsolidasi jati diri menjadi fondasi penting untuk memastikan arah perjuangan tetap selaras dengan visi nubuwwah.

Transformasi menuju Muslimat Hidayatullah yang mandiri dan berpengaruh merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman, khususnya dalam implementasi tata kelola pada organisasi Muslimat Hidayatullah,” pesan Ustadzah Hani.

Alasan Pemilihan Gunung Tembak

Ketua PW Mushida Kalimantan Timur, Ustadzah Maftuhah, menyampaikan, makna pemilihan lokasi Rakerwil di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak.

“Pemilihan tempat Rakerwil di kampus miniatur peradaban Islam, Kampus Induk Ummul Qura Hidayatullah ini juga merupakan hal yang menjadi perhatian serius bagi kami pengurus wilayah.

Tempat ini adalah episentrum peradaban, pusat nilai dan perjuangan. Di sinilah ruh itu lahir, tumbuh, dan diwariskan.

Kita ingin dari tempat ini lahir kembali semangat, kesadaran, dan komitmen untuk melangkah lebih kuat sebagai bagian dari perjuangan membangun peradaban Islam,” ujarnya.

Perkuat Kontribusi Mushida

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda strategis berupa seminar yang berkaitan dengan program prioritas, evaluasi program kerja, penguatan organisasi, serta pembahasan program-program prioritas.

Semua itu diharapkan mampu memperkuat kontribusi Muslimat Hidayatullah dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat di Kalimantan Timur.

Rakerwil Mushida Kaltim 2026 diharapkan menjadi titik penguat sinergi dan semangat perjuangan seluruh pengurus dalam menghadirkan Muslimat Hidayatullah yang semakin mandiri, kokoh, dan berpengaruh dalam membangun peradaban Islam.* (Itha/Mushida/@Uqreat)

Rakerwil Mushida Kaltim 2026: Menguatkan Konsolidasi & Spirit Peradaban Islam

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Muslimat Hidayatullah (MUSHIDA) Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) di Gedung STIS Hidayatullah Putri, Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan (1–3/5/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 52 peserta yang terdiri dari pengurus Majelis Murabbiyah Wilayah (MMW), Ketua, Sekretaris, & Bendahara (KSB) dari tiap Pengurus Daerah , serta kepala sekolah PAUD Hidayatullah se-Kaltim.

Rakerwil menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan visi perjuangan, serta merumuskan langkah strategis Muslimat Hidayatullah dalam menjalankan peran dakwah, tarbiyah, dan pelayanan umat di Kaltim.

Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh jajaran pendamping Pengurus Wilayah Mushida Kaltim dari Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah. Yakni Ketua Umum PP Mushida Ustadzah Hani Akbar.

Hadir pula Kabid Perkaderan PP Mushida Ustadzah Saryati dan Ketua Departemen Organisasi Ustadzah Asri Wulantini.

Selain itu, tamu undangan dari berbagai organisasi Muslimah di Kalimantan Timur turut hadir dalam pembukaan Rakerwil, di antaranya perwakilan Pengurus Wilayah Muslimah Wahdah, Aisyiyah, Salimah, dan BKPAKSI. Adapun Muslimat NU yang juga diundang berhalangan hadir.

Jubir Peradaban

Rakerwil secara resmi dibuka oleh Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, Ustadz Hizbullah Abdullah Said, dan pembacaan doa dipimpin oleh Ustadz Habib Lukman.

Dalam sambutannya, Ketua DPW Hidayatullah Kaltim menegaskan pentingnya peran para pengemban amanah dalam menjawab problematika umat.

“Kita para pengemban amanah adalah juru bicara peradaban. Harus mampu mengetahui dan merasakan problematika umat di luar sana. Harus hadir memberikan pengaruh untuk mengubah nasib mereka terutama dalam spiritualisasi,” ajaknya.

Langkah Strategis

Sementara itu, Ketua Umum PP Mushida, Ustadzah Hani Akbar, menyampaikan bahwa konsolidasi jati diri organisasi menjadi fondasi utama dalam menjaga arah perjuangan Muslimat Hidayatullah.

“Hidayatullah sebagai gerakan tarbiyah dan dakwah memiliki akar historis yang kuat dalam membangun masyarakat berlandaskan nilai-nilai Qur’ani dan Sunnah.

Dalam konteks perkembangan organisasi, konsolidasi jati diri menjadi fondasi penting untuk memastikan arah perjuangan tetap selaras dengan visi nubuwwah.

Transformasi menuju Muslimat Hidayatullah yang mandiri dan berpengaruh merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman, khususnya dalam implementasi tata kelola pada organisasi Muslimat Hidayatullah,” pesan Ustadzah Hani.

Alasan Pemilihan Gunung Tembak

Ketua PW Mushida Kalimantan Timur, Ustadzah Maftuhah, menyampaikan, makna pemilihan lokasi Rakerwil di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak.

“Pemilihan tempat Rakerwil di kampus miniatur peradaban Islam, Kampus Induk Ummul Qura Hidayatullah ini juga merupakan hal yang menjadi perhatian serius bagi kami pengurus wilayah.

Tempat ini adalah episentrum peradaban, pusat nilai dan perjuangan. Di sinilah ruh itu lahir, tumbuh, dan diwariskan.

Kita ingin dari tempat ini lahir kembali semangat, kesadaran, dan komitmen untuk melangkah lebih kuat sebagai bagian dari perjuangan membangun peradaban Islam,” ujarnya.

Perkuat Kontribusi Mushida

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda strategis berupa seminar yang berkaitan dengan program prioritas, evaluasi program kerja, penguatan organisasi, serta pembahasan program-program prioritas.

Semua itu diharapkan mampu memperkuat kontribusi Muslimat Hidayatullah dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat di Kalimantan Timur.

Rakerwil Mushida Kaltim 2026 diharapkan menjadi titik penguat sinergi dan semangat perjuangan seluruh pengurus dalam menghadirkan Muslimat Hidayatullah yang semakin mandiri, kokoh, dan berpengaruh dalam membangun peradaban Islam.* (Itha/Mushida/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *