Berlipat-lipat Sudah Bahagianya Santri Putri Shalat di Masjid Baru

Para santriwati dan mahasiswi Hidayatullah di Gunung Tembak mengawali Ramadhan 1443 H dengan shalat berjamaah di masjid Nurul Mukhlisin, Sabtu, 30 Sya’ban 1443 H (02/04/2022).* [MCU/IST.]

Ummulqurahidayatullah.id– Santri putri di Kampus Induk Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak tampaknya berlipat-lipat sudah bahagianya pada Ramadhan 1443 H ini.

Selain bisa kembali berjumpa bulan penuh keberkahan itu, juga karena mereka memulai Ramadhan dengan suasana baru.

Para santriwati dan mahasiswi Hidayatullah di Gunung Tembak tersebut mengawali Ramadhan 1443 H dengan shalat berjamaah di masjid baru, Sabtu, 30 Sya’ban 1443 H (02/04/2022).

Mereka mulai dari jenjang Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH) Putri, Ushrah Mujaddidah (UM), hingga STIS Hidayatullah.

Masjid dengan nama Nurul Mukhlisin tersebut terletak di kampus putri Pesantren Hidayatullah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Para ustadzah dan pengasuh santri turut hadir pada pelaksaan shalat pertama di masjid yang bertempat di sebelah asrama mahasiswi STIS Hidayatullah itu.

Dosen STIS Hidayatullah Putri, Ustadzah Ummi Salami, mengatakan, hadirnya masjid baru itu sangat disyukuri oleh santri putri, meskipun pengerjaan bangunan masjid itu belum tuntas sepenuhnya.

“Alhamdulillah, mereka sangat bersyukur sekali ada wadah yah bisa menampung seluruh santri untuk melaksanakan ibadah, walaupun (bangunan) belum jadi, mereka tetap semangat dalam beribadah,” ujarnya kepada Media Center Ummulqura (MCU) Hidayatullah.

Masjid yang mampu menampung seluruh santri mulai dari SMH, UM, dan STIS Hidayatullah Putri itu mulai diaktifkan untuk aktifitas sehari-hari. Seperti shalat dan ibadah lainya.

“Ingin mengambil momen, bahwa masjid ini digunakan untuk shalat pada bulan Ramadhan, ingin mengambil keberkahan pada bulan yang mulia ini,” ujar ustadzah Ummi Salami.

Ia juga berharap dengan aktifnya kegiatan kemasjidan, bisa menjadi langkah awal penyelesaian masjid itu. Ia pun mengaku khawatir jika bangunan masjid itu lama tidak ditempati, maka tak kunjung selesai pembangunannya.

“Jika tidak ditempati bisa jadi lama proses penyelesaiannya,” ujarnya.* (Muas/MCU)

Baca juga: Santri PAUD-TK Ramai-ramai Bawa ‘Mobil’ Sambut Ramadhan di Gunung Tembak

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.