Kunjungan Edukatif ke Brainy Bunch dan Masjid Putra; Ilmu & Iman Beriringan

Ummulqurahidayatullah.id– Pada hari kelima lawatan internasional Delegasi Mawahid 2025 STIS Hidayatullah (19/6/2025), dimulai dengan penuh semangat.

Terutama saat rombongan melangkahkan kaki menuju Brainy Bunch International School di Cyberjaya, Malaysia.

Sekolah Islam internasional ini dikenal sebagai pelopor pendidikan yang menggabungkan kurikulum global dengan nilai-nilai tauhid dan pembinaan karakter Islami secara integral.

Memahami Filosofi Pendidikan Islam Global

Setibanya di lokasi, para peserta disambut dengan hangat oleh tim manajemen sekolah.

Suasana akrab dan profesional langsung terasa, menunjukkan komitmen kuat Brainy Bunch dalam menjalin jejaring pendidikan Islam yang inklusif dan kolaboratif.

Delegasi kemudian mengikuti sesi presentasi yang mendalam tentang filosofi pendidikan Brainy Bunch.

Ditekankan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi sarana untuk membentuk insan yang beradab, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin masa depan dengan landasan iman dan tauhid yang kuat.

Salah satu tim manajemen sekolah, dalam sambutannya menyampaikan, “Kami tidak hanya berhasrat melahirkan pelajar yang cemerlang dari segi akademik, tetapi yang lebih utama ialah membentuk insan bertauhid yang mampu memimpin dunia dengan adab. Di sinilah terletaknya kekuatan sebenar pendidikan Islam.”

Nilai-nilai seperti tanggung jawab, disiplin, dan kasih sayang menjadi bagian dari kurikulum sehari-hari.

Para peserta mendapatkan wawasan bagaimana integrasi antara nilai-nilai Qur’ani dan sistem pendidikan internasional dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan.

Tur Edukatif & Observasi Lapangan

Dalam suasana edukatif yang menyenangkan, delegasi diajak berkeliling melihat langsung ruang kelas, laboratorium, ruang pembinaan karakter, hingga area kegiatan siswa.

Kehadiran teknologi canggih di setiap fasilitas tidak menghilangkan ruh keislaman yang terasa dalam setiap aktivitas.

Peserta juga berkesempatan berinteraksi dengan siswa dan guru, menyaksikan bagaimana pembiasaan adab dilakukan sejak dini.

Hal ini membuka cakrawala bahwa pendidikan karakter tidak cukup diajarkan, tapi harus ditanamkan lewat praktik harian yang konsisten.

Dialog dan Refleksi Akademik

Salah satu sesi yang paling berkesan adalah diskusi terbuka antara peserta dengan tim pendidik Brainy Bunch.

Dalam forum ini, dibahas tantangan dan peluang pendidikan Islam dalam dunia global, termasuk isu kurikulum, kompetensi guru, serta strategi membentuk pelajar berdaya saing tanpa kehilangan jati diri keislaman.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi yang membangun, di mana para mahasiswi STIS Hidayatullah dapat menilai bagaimana pengalaman internasional dapat memperkaya visi mereka sebagai calon pendidik, praktisi hukum, atau pegiat sosial yang berbasis nilai syariah.

Wisata Religi ke Masjid Putra, Putrajaya

Usai dari sekolah, perjalanan dilanjutkan menuju salah satu ikon arsitektur Islam di Malaysia, Masjid Putra di Putrajaya.

Masjid yang berdiri megah di tepi danau ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga simbol spiritual dan kebudayaan Islam modern.

Para peserta tak hanya mengagumi keindahan arsitektur masjid, tetapi juga mempelajari filosofi desain dan sejarah pembangunannya.

Pemandu lokal menjelaskan bagaimana masjid ini dibangun sebagai pusat keseimbangan antara kemajuan teknologi dan spiritualitas masyarakat Malaysia.

Meneguhkan Iman di Rumah Allah

Di tengah suasana yang teduh dan khidmat, para delegasi berkesempatan melaksanakan ibadah di dalam masjid.

Momen ini menjadi saat reflektif yang mendalam, mengingatkan bahwa setiap pencapaian ilmu dunia harus senantiasa dibingkai dalam keimanan kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Doa-doa yang dipanjatkan, lantunan ayat suci yang dikaji, serta ketenangan hati yang dirasakan menjadi pengalaman spiritual yang akan terus dikenang oleh setiap peserta.

Masjid Putra bukan hanya menjadi tempat persinggahan, tapi juga ruang penguatan ruhiyah di tengah padatnya agenda lawatan.

Pelajaran Besar: Ilmu & Akhlak Tak Terpisahkan

Hari kelima menjadi momen penting yang memperlihatkan bagaimana ilmu dan iman harus senantiasa berjalan beriringan.

Kunjungan ke institusi pendidikan dan tempat ibadah memperlihatkan dua sisi dari satu tujuan besar: membentuk generasi Muslimah yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia.

Delegasi Mawahid 2025 STIS Hidayatullah kembali dari kegiatan hari itu dengan semangat baru.

Bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperdalam keyakinan bahwa sistem pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk membangun peradaban masa depan.

Refleksi Mahasiswi: Membangun Mimpi dari Inspirasi

Salah seorang peserta, Nur Fadhilah, mahasiswi Hukum Ekonomi Syariah STIS Hidayatullah, membagikan kesannya.

“Kunjungan ke Brainy Bunch membuat saya sadar bahwa pendidikan Islam itu harus punya arah yang jelas membangun adab dulu sebelum mengejar gelar. Saya ingin sekali menerapkan nilai-nilai ini jika kelak saya mengajar atau mendidik di masyarakat,” ungkapnya.

Banyak peserta mengungkapkan, kunjungan ini menggugah mimpi mereka untuk menjadi bagian dari perubahan pendidikan Islam di tanah air Indonesia.

Melihat langsung model pendidikan profesional berbasis tauhid memberi inspirasi untuk membangun lembaga serupa di Indonesia, yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter mulia.

Misi Internasional yang Mencerahkan

Kegiatan ini membuktikan bahwa lawatan internasional bukan sekadar kunjungan, tetapi juga bagian dari transformasi wawasan dan nilai.

STIS Hidayatullah terus berkomitmen mendorong mahasiswinya menjadi insan berilmu tinggi, berjiwa pemimpin, serta memiliki pandangan global tanpa melupakan akar syariah dan tauhid.* (Qonita/Media STIS/Media Center @Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *