Mahasiswa PUZ Lanjut Kuliah di Libya, Didoakan “The Next Adi Hidayat di Hidayatullah”

Ummulqurahidayatullah.id- Belajar di Pendidikan Ulama Zuama Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (PUZ – STIS) Hidayatullah tak hanya menjanjikan kualitas bahasa Arab dan hafalan al-Qur’an saja.

Tapi juga bisa menjadi pintu gerbang yang terbuka lebar untuk mewujudkan mimpi kuliah di kampus favorit di luar negeri.

Inilah yang kini dirasakan oleh Abu Bakar Basyir dan Muhammad Rizieq Rafsanjani. Berbekal ilmu yang dipelajari semasa I’dad dan kuliah dua tahun di Gunung Tembak, Balikpapan, kini dua mahasiswa PUZ-STIS Hidayatullah itu telah dinyatakan lulus diterima dan mendapat beasiswa penuh berkuliah di Kulliyah Dakwah Islamiyah (Islamic Call College) di Tripoli, Libya.

‘Alhamdulillah, rezeki yang tak pernah disangka-sangka. Tapi memang itu yang jadi doa sekaligus semangat Rizieq selama ini. Dia mau kuliah dan menghafal al-Qur’an di luar negeri,” ucap Ustadz Khairul Amri, orangtua dari Muhammad Rizieq, saat dihubungi oleh media @Uqreat beberapa waktu lalu.

Usai pengurusan administrasi dan dokumen perjalanan lainnya, keduanya lalu berangkat dari Balikpapan ke Jakarta, dan selanjutnya terbang menuju Bandar Udara Internasional Tripoli, Libya pada akhir Mei 2026 lalu.

“Melepas dengan doa dan wasiat takwa. Waffaqahumallahu wa yassara lahuma ya Rabb,” tulis Ustadz Muhammad Dinul Haq, Direktur PUZ-STIS Hidayatullah periode 2018-2024. Dalam postingannya di sebuah grup obrolan (29/4/2026), ia tampak terharu dan juga mendoakan penuh bahagia dengan kelulusan mahasiswanya.

“The next Adi Hidayat di Hidayatullah, insyaAllah,” lanjut Ustadz Irwan Budiana, tokoh muda yang juga pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan, turut mendoakan yang terbaik.

“Berikutnya, bisa dijajaki untuk menimba imu para ulama di Maroko, Jordan, dan Suriah,” tulis Dr. Abdurrohim, dosen senior STIS Hidayatullah ikut menanggapi dan berbagi motivasi.

Diketahui, Ustadz Adi Hidayat, salah seorang tokoh Muslim di Indonesia, meraih gelar doktor di bidang Bahasa dan Sastra Arab dengan predikat Cumlaude dari Kulliyah Dakwah Islamiyah di Tripoli, Libya.

Karantina

Pantauan media @Uqreat, baru-baru ini sejumlah mahasiswa PUZ-STIS Hidayatullah tengah menjalani karantina persiapan untuk mendaftar di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.

“Ini jadi komitmen PUZ-STIS Hidayatullah untuk melahirkan sebanyak-banyak kader-kader Islam yang tak hanya ahli bahasa Arab dan mendapat sanad al-Qur’an. Tetapi juga berkarakter dan berjiwa pemimpin,” ungkap Ustadz Muzhirul Haq, Mudir PUZ-STIS Hidayatullah.

Program Unggulan

Untuk diketahui, Pendidikan Ulama Zuama (PUZ) adalah program unggulan STIS Hidayatullah yang telah meluluskan lima angkatan sejak 2021 silam.

Para alumnus tersebut tak hanya dikenal andal soal hafalan al-Qur’an dan menjadi imam di sejumlah masjid. Tetapi lulusan PUZ juga adalah jaminan sebagai penggerak bahasa Arab di lingkungan asrama dan madrasah.

“Alhamdulillah, terima kasih atas penugasan alumni PUZ-STIS Hidayatullah ke tempat kami (Makassar, red). Sekarang begitu terasa lingkungan bahasa (biah lughawiyah) yang hidup dalam keseharian santri,” ucap Ustadz M. Arfa, M.M, Ketua Yayasan Al-Bayan Hidayatullah Makassar, Sulawesi Selatan.* (Abu Jaulah/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *