Hidayatullah Luncurkan Program Pembinaan Keluarga Kader, Perkuat Dakwah dari Rumah

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Departemen Pembinaan Keluarga DPP Hidayatullah meluncurkan Program Pembinaan Keluarga Kader secara daring, Rabu (4/3/2026). Program ini dihadirkan untuk memperkuat keluarga sebagai fondasi dakwah dan keberlanjutan perjuangan umat.
Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah, KH. Hamim Tohari, yang hadir sebagai narasumber menegaskan bahwa dakwah idealnya dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga.
Pola ini, menurutnya, mengikuti tahapan dakwah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
“Secara ideal, dakwah dimulai dari dalam keluarga, baru kemudian meluas ke masyarakat,” ujar KH. Hamim.
Posisi Strategis
Ia mengingatkan, di tengah perubahan sosial yang cepat, perhatian terhadap pembinaan keluarga mulai berkurang.
Padahal keluarga adalah ruang pertama menanamkan nilai, keteladanan, dan komitmen perjuangan.
“Apalagi sekarang mulai banyak fenomena orang kurang peduli terhadap dakwah keluarga,” imbuhnya.
KH. Hamim menegaskan, keluarga kader memiliki posisi strategis dalam perjalanan dakwah. Kader bukan hanya individu yang berjuang, tetapi bagian dari ekosistem keluarga yang menopang keberlanjutan gerakan.
“Pertama, kader adalah modal terbesar, termasuk keluarganya. Kedua, kader adalah orang-orang pilihan yang telah melalui proses sangat panjang,” paparnya.
Makna Hidup dalam Perjuangan
Ketua Departemen Pembinaan Anggota DPP Hidayatullah, Iwan Abdullah, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar keluarga kader merasakan langsung makna hidup dalam perjuangan.
“Program ini harus berjalan dengan baik sehingga keluarga kita merasakan nikmatnya hidup dalam perjuangan dan kebermanfaatan bagi umat,” jelasnya.
Melalui program ini, pembinaan tidak hanya menyasar individu kader, tetapi juga keluarganya sebagai lingkungan terdekat yang membentuk karakter, ketahanan mental, dan semangat pengabdian.
Dengan keluarga yang kuat, kader diharapkan mampu menjalankan peran dakwah secara lebih konsisten dan berkelanjutan.
Peluncuran program ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan gerakan umat tidak hanya bertumpu pada aktivitas dakwah di ruang publik, tetapi juga pada kekuatan keluarga sebagai pusat pembinaan nilai dan karakter.
Dari keluarga yang kokoh, lahir kader yang tangguh, dan dari kader yang tangguh, gerakan dakwah dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat luas.* (Herim/@Uqreat)
Recent Comments