Ramadhan 1447, Menhut RI Raja Juli Kunjungi Ponpes Hidayatullah Balikpapan: Cintai Hutan, Banyak Tanam Pohon

Kunjungan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, P.Hd. ke Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Kota Balikpapan, Kaltim, Ahad sore-malam, 11-12 Ramadhan 1447 H (1/3/2026).* [Foto: Abror/Ist/@Uqreat]

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, P.Hd. baru-baru ini melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Ahad sore-malam, 11-12 Ramadhan 1447 H (1/3/2026).

Pada sambutannya, Menteri Kehutanan RI menegaskan pentingnya mencintai lingkungan, antara lain dengan menjaga kebersihan dan banyak menanam pohon.

Mengutip firman Allah dalam potongan Surat Al-Baqarah ayat 222, Raja Juli menyebutkan, “Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang yang suka dengan kebersihan.”

“Kebersihan,” kata Menteri Kehutanan, “adalah esensi dari mencintai lingkungan hidup.”

“Oleh karena itu, salah satu ciri Muslim yang baik adalah Muslim yang benar-benar mencintai dan melindungi alam.

Saya berharap kepada adik-adik semua, kepada santri Hidayatullah, untuk memiliki identitas yang kuat. Yaitu bagaimana adik-adik melakukan bersih-bersih di lingkungan, mencintai alam, mencintai hutan, dengan mulai banyak melakukan penanaman (pohon) yang insya Allah juga akan ada hasilnya dan tentu akan baik untuk alam dan dunia kita,” urainya berpesan.

Sinergitas Hidayatullah – Pemerintah

Sementara, Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Naspi Arsyad menegaskan sinergitas antara Hidayatullah dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang terus terjalin.

“Hidayatullah hadir salah satu misinya, salah satu gerakan intinya adalah mengkontekstualisasi nilai-nilai ajaran agama. Bahwa agama tidak sekadar ritual, agama tidak sekadar di masjid, agama ada di lapangan, agama ada di jalanan, … termasuk dalam hal ini menjaga lingkungan atau menjaga kelestarian lingkungan.

Pada tahun 1984, Pak Menteri, Pendiri Hidayatullah KH Abdullah Said Rahimahullahu Ta’ala mendapatkan penghargaan Kalpataru sebagai tokoh pelestari lingkungan, yang diterima langsung oleh KH Abdullah Said dari Presiden Republik Indonesia saat itu, yaitu Bapak H. Soeharto,” jelas KH Naspi Arsyad.

“Kaltim Paru-paru Dunia”

Sedangkan Gubernur Kaltim mengakui bahwa kunjungan Menteri Kehutanan tersebut merupakan sebuah penghormatan bagi Kaltim.

“Kaltim adalah salah satu provinsi dengan hutan kehidupan yang sangat luas dan strategis sebagai paru-paru dunia,” ujar Gubernur Harum, sapaannya.

Ketua YPPH Dr Arfan menyambut hangat kedatangan Menteri Kehutanan RI dan Gubernur Kaltim.

Dr Arfan mengatakan dukungan Hidayatullah terhadap Pemerintah Pusat (Kementerian Kehutanan RI) dan Pemerintah Provinsi Kaltim khususnya terkait lingkungan khususnya hutan.

Dr Arfan mengatakan, area Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak memiliki luas 183 hektare (khusus kawasan pendidikan, red).

“Hampir 2/3 dari luasannya itu berisi ruang hijau sebagai upaya kami untuk mendukung Kalimantan Timur sebagai paru-paru dunia dan sebagai bentuk utang sejarah kami karena kami di Hidayatullah ini pernah mendapatkan hadiah Kalpataru,” imbuhnya.

Tanam Pohon di Pesantren

Selain bersilaturahim, Menhut RI juga melakukan penyerahan bantuan bibit pohon untuk Pesantren Hidayatullah.

Secara simbolis, bibit itu diserahkan oleh Menhut Raja Juli kepada Ustadz Abdul Latief Usman, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan.

Turut hadir pada acara itu Wakil Sekjen 3 DPP Hidayatullah Ustadz Muhammad Isnaeni, para pembina, pembimbing, dan pengurus Hidayatullah lainnya, serta sejumlah politisi PSI.

Ahad sore itu, Menhut kemudian melakukan penanaman pohon di lokasi, ditemani Gubernur Kaltim serta sejumlah tokoh Hidayatullah.

Usai penanaman pohon, rombongan kemudian bersilaturahim di Gedung WKP Kantor YPPH Balikpapan. Di sini, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara DPP Hidayatullah dengan pihak Kementerian Kehutanan RI.

Kemudian, para tamu ditemani pengurus Hidayatullah berjalan kaki menuju Masjid Ar-Riyadh untuk bersilaturahim langsung dengan ribuan santri-santriwati. Di sini dilakukan buka puasa bersama.

Usai bukber, rombongan Menteri Kehutanan dan Gubernur Kaltim kemudian melaksanakan shalat magrib berjamaah bareng para santri dan warga serta pengurus Hidayatullah.

Bakda magrib, jamaah Masjid Ar-Riyadh bersantap malam di lokasi. Sedangkan para tamu dan pengurus Hidayatullah beramah tamah di Gedung WKP. Setelah makan malam itu, para tamu meninggalkan Gunung Tembak.* (@SKRsyakur/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *