Banjir Halmahera Utara, Aksi Gercep Baitul Maal Hidayatullah di Lokasi Bencana

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat – Lumpur yang pekat dan sisa air yang merayap di dinding rumah bukan sekadar noda bencana.
Bagi warga Halmahera Barat, setiap detik yang berlalu tanpa bantuan adalah ancaman bagi nyawa dan martabat manusia.
Baru-baru ini terjadi banjir besar setinggi atap rumah di Desa Tongute Ternate Asal, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara (9/1/2026).
Hingga hari ketiga setelah banjir yang merendam Kecamatan Ibu, warga masih berupaya membersihkan perabotan dan rumah mereka yang tertimbun lumpur.
Tanpa gerakan kebaikan segera, kelesuan akan berubah menjadi keputusasaan di tengah dinginnya pengungsian.
BMH Maluku Utara memahami bahwa kecepatan adalah kunci untuk menyelamatkan harapan yang nyaris tenggelam.
Sabtu pagi (10/1/2026), mentari di Desa Gamlamo menyambut kedatangan mobil bak terbuka yang sarat beban. Tim BMH bersama SAR Hidayatullah membelah sisa-sisa genangan untuk menjangkau dapur umum desa.
Mereka membawa beras, telur, hingga pakaian layak pakai bagi warga yang kehilangan segalanya. Seiring dengan itu, suasana haru menyelimuti momen serah terima bantuan di pusat aktivitas warga tersebut.
Dapur Penuh Syukur
Kesibukan di dapur umum mendadak berubah menjadi rona syukur yang hangat.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari BMH ini,” ujar Tabhir, seorang ustadz muda setempat.
Ia menjelaskan, dapur swadaya mereka harus menyediakan 700 porsi makanan setiap harinya. Oleh karena itu, pasokan logistik ini menjadi nafas baru bagi keberlangsungan hidup warga terdampak.
Tanpa bantuan ini, tungku-tungku di dapur umum mungkin sudah berhenti mengepul sejak kemarin. Kini, harapan untuk kenyang kembali hadir di tengah keterbatasan.
Ketersediaan air bersih dan logistik yang memadai merupakan fondasi utama bagi kesehatan jangka panjang. Di wilayah pascabanjir, risiko penyakit menular mengintai di balik genangan yang surut.
Namun, kehadiran bantuan perlengkapan kebersihan ini secara progresif membangun benteng ketahanan bagi warga.
Langkah cepat ini tidak hanya memulihkan fisik, tetapi juga menjaga stabilitas mental masyarakat dalam menghadapi krisis. Ketahanan lingkungan pun dapat segera dipulihkan melalui aksi kolaboratif ini.
Amanah Kebaikan Umat
Pihak BMH Maluku Utara menegaskan, aksi ini adalah wujud nyata amanah dari para donatur. Mereka berkomitmen untuk selalu hadir paling depan dalam setiap kondisi darurat kemanusiaan yang terjadi.
“Penyaluran ini adalah bagian dari tanggung jawab moral kami untuk meringankan beban sesama,” ungkap Nurhadi, Kepala BMH Maluku Utara.
Mereka akan terus memantau situasi demi memastikan tidak ada warga yang terabaikan dalam proses pemulihan.
Bencana mungkin telah merenggut harta benda, namun kepedulian masyarakat tidak boleh membiarkannya merenggut masa depan.
Program respons cepat ini adalah bukti bahwa kemanusiaan masih berdenyut kencang di tanah Halmahera.
Dukungan yang mengalir saat ini merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda barang sekejap pun.
“Mari bersama memastikan api di dapur umum Desa Gamlamo tetap menyala demi kelangsungan hidup saudara kita,” tutup Nurhadi.* (Herim/@Uqreat)
Recent Comments