Kadis Perindagkop UKM Kaltim “Gemas” Melihat Potensi Hidayatullah: Serukan Muslimah Bangkit Bangun Ekonomi Produktif

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Provinsi Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, menekankan pentingnya penguatan peran Muslimah dalam pembangunan ekonomi kreatif berbasis keluarga dan komunitas.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat melalui industri rumahan yang produktif, kreatif, dan terorganisir.
Heni Purwaningsih juga mengingatkan pentingnya legalitas usaha bagi para pelaku UMKM.
Setiap usaha, kata Bu Kadis, sebaiknya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) agar usaha dapat berkembang secara formal dan memperoleh akses pembinaan serta pendampingan dari pemerintah.
Disperindagkop UKM, lanjutnya, siap membantu proses pengurusan NIB bagi para pelaku usaha.
Hal itu disampaikan Heni Purwaningsih sebagai pembicara pada seminar “Membangun Muslimah Berdaya Saing Global melalui Penguatan Industri Rumahan dan Ekonomi Kreatif” yang digelar PW Muslimat Hidayatullah Kalimantan Timur belum lama ini.
Seminar itu rangkaian dari Rakerwil Mushida Kalimantan Timur yang bertempat di Aula Kampus STIS Hidayatullah, Teritip, Balikpapan, Jumat (1/5/2026).
Tantangan UMK
Dalam seminar itu dijelaskan pula, mayoritas pelaku usaha di Kalimantan Timur masih berada pada kategori usaha mikro dengan omzet di bawah dua miliar Rupiah per tahun.
Seiring hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja, kategori usaha mikro kini mengalami perubahan batas omzet, dari sebelumnya maksimal Rp500 juta menjadi Rp2 miliar per tahun.
Oleh karena itu, tantangan berikutnya adalah mendorong usaha mikro naik kelas menjadi usaha kecil.
Manfaatkan Media Digital
Heni Purwaningsih juga mendorong para peserta Rakerwil Mushida agar tidak alergi terhadap digitalisasi dalam pengembangan usaha.
Pemanfaatan media digital, perluasan jaringan supplier, pembukaan outlet, hingga promosi melalui berbagai platform, menjadi langkah penting agar produk mampu bersaing lebih luas.
Export Center
Hal menarik lainnya adalah pemaparan mengenai keberadaan Export Center di depan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, yang merupakan salah satu dari lima export center di Indonesia.
Fasilitas tersebut dinilai sangat potensial untuk dimanfaatkan oleh komunitas usaha, termasuk jaringan ekonomi Hidayatullah, dalam mengembangkan produk-produk ekspor.
Bangun Ekosistem Ekonomi
Heni Purwaningsih juga menyampaikan kekagumannya sekaligus “gemas” terhadap besarnya potensi komunitas Hidayatullah.
Banyaknya pondok pesantren, keberadaan santri, serta luasnya lahan yang dimiliki dinilai sebagai kekuatan strategis untuk membangun ekonomi produktif berbasis umat.
Heni Purwaningsih mencontohkan keberhasilan model pengembangan ekonomi berbasis komunitas seperti Ponpes Al-Ittifaq. Ia lantas mengajak Mushida untuk mulai membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi.
Bahkan Heni Purwaningsih membuka peluang untuk menghadirkan pihak Export Center agar dapat memberikan arahan mengenai produk-produk yang sedang dibutuhkan pasar ekspor.
Koperasi
Tidak hanya itu, Heni Purwaningsih juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi melalui koperasi.
Menurutnya, menjalankan usaha secara sendiri-sendiri akan terasa berat.
“Ibarat sapu, satu lidi mudah dipatahkan, tetapi jika disatukan akan menjadi kuat,” ungkapnya.
Heni Purwaningsih pun mendorong pembentukan koperasi di tingkat kabupaten/kota hingga koperasi sekunder di tingkat provinsi.
Harapannya, potensi usaha seperti kuliner, penjahitan, rotan, kayu, gula aren, hingga produk turunan kelapa dapat dikelola bersama secara lebih profesional dan memiliki akses langsung kepada buyer.
Heni Purwaningsih menyebut berbagai komoditas potensial Kalimantan Timur yang telah menembus pasar ekspor melalui jejaring Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), seperti kemiri, gaharu, sabut kelapa, tepung pisang, kakao, hingga cocopeat.
Kekuatan Ekonomi Umat
Heni Purwaningsih secara khusus meminta agar segera dibentuk tim pengembangan ekonomi Mushida Kalimantan Timur. Harapannya, kekuatan ekonomi umat dapat lahir dan tumbuh dari pondok-pondok pesantren Hidayatullah.
Heni Purwaningsih pun mempersilakan pengurus Mushida untuk melakukan audiensi langsung di kantor Disperindagkop UKM Kaltim, guna membahas langkah-langkah strategis pengembangan ekonomi produktif.
Sebelumnya, Heni Purwaningsih juga telah duduk bersama pengurus Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah (LPH), Ustadz Faisal, dalam pembahasan terkait sertifikasi halal para Pelaku usaha.
Identifikasi Produk
Dengan penuh semangat, Heni Purwaningsih mengarahkan bidang ekonomi Mushida Kaltim agar segera melakukan identifikasi potensi-potensi usaha yang dimiliki Muslimat Hidayatullah di setiap daerah.
Langkah ini diharapkan menjadi awal lahirnya jaringan ekonomi Muslimah yang kuat, mandiri, dan berdaya saing global.* (Mujtahidah/PW Mushida Kaltim/@Uqreat)
Recent Comments