Silaturahim Rakerwil, Rais Am Hidayatullah Dorong Mushida Berperan Aktif di Kaltim & IKN

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Di sela rangkaian kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Mushida Kalimantan Timur, para pengurus Wilayah (PW) Mushida Kaltim mengagendakan secara khusus kegiatan silaturahim dengan menjenguk istri Rais ‘Aam Hidayatullah, Ustadzah Husnaini, di kediamannya, beberapa waktu lalu.
Kunjungan itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain sebagai bentuk perhatian dan ukhuwah, momen itu juga dimanfaatkan untuk meminta taujih dan nasihat perjuangan dari Rais ‘Aam Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad.
Potensi Besar
Dalam taujihnya, sang pemimpin Hidayatullah ini menyampaikan, Mushida Kaltim memiliki potensi besar karena didukung sumber daya manusia yang cukup banyak dan gerakan yang dinamis.
Namun demikian, Rais Am menekankan pentingnya penguatan halaqah asyirah serta memperbanyak kegiatan taklim ibu-ibu sebagai bagian dari pengokohan dakwah muslimah.
Rais Am juga mendorong agar Mushida Kaltim mulai menginisiasi kegiatan berskala besar seperti Halaqah Kubra tingkat Kalimantan Timur yang melibatkan halaqah-halaqah dari Balikpapan, PPU, Kukar, hingga Samarinda.
Momentum bulan Muharram 1448 Hijriyah dinilai sangat strategis untuk menguatkan syiar dan konsolidasi dakwah muslimah di wilayah penyangga IKN.
Peran Mushida di Kaltim & IKN
Rabu (29/4/2026) itu, KH Abdurrahman Muhammad menegaskan, Kaltim saat ini mendapat perhatian khusus dalam pengembangan dakwah Hidayatullah seiring hadirnya IKN dan pengembangan kawasan Ummulqura.
Oleh karena itu, Mushida diharapkan mampu mengambil peran aktif melalui program-program strategis seperti pengembangan Rumah Qur’an, penguatan pendidikan TK/PAUD unggulan, hingga bimbingan keluarga.
Dalam nasihatnya, KH Abdurrahman Muhammad juga mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat hidayah dan kesempatan berjuang di jalan Allah.
“Yang paling patut disyukuri adalah ketika Allah masih memberikan petunjuk kepada kita untuk terus berjuang. Sebab kalau tidak, mungkin pagi hari kita masih terlelap tidur atau sibuk hanya mengurus dunia,” pesannya.
Menurutnya, selama seseorang masih diberi kesehatan, waktu, dan kemampuan berpikir, maka itu adalah modal besar untuk terus beramal, berdakwah, mendidik, dan menebar kebaikan.
Pertemuan itu menjadi momen penuh makna bagi para pengurus Mushida Kaltim. Selain mempererat ukhuwah, taujih yang disampaikan diharapkan menjadi penguat semangat dalam menjalankan amanah dakwah dan pendidikan di Kaltim.* (Itha/Mushida Kaltim/@Uqreat)
Recent Comments