Songsong Silatnas Hidayatullah, Pelatihan Multimedia Digencarkan di Gunung Tembak

Pelatihan videografi bersama Putra Ausa di gedung LPPH Kampus Induk Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan (2/9/2023).* [Foto: Waqqash/Media Silatnas Hidayatullah/LPPH/MCU]

Ummulqurahidayatullah.id– Sinergi program dan produktifitas Media Center Ummulqura dan Media Center Silatnas Hidayatullah 2023 terus berlanjut.

Terbaru, atas inisiasi Lembaga Pendidikan dan Pengkaderan Hidayatullah (LPPH) Gunung Tembak, dipersembahkan kegiatan Training Basic Video Cinematic. Bertempat di Aula Utama LPPH Gunung Tembak, Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, awal September 2023 lalu.

Acara yang mendatangkan Putra Ausa, kreator video nasional tersebut, dihadiri oleh tiga puluh peserta dari berbagai kota di Kalimantan Timur. Mulai dari Balikpapan, Kutai Kartanegara, Bontang, hingga Kutai Barat.

“Iya, Mas, kapan lagi bisa ketemu pemateri berkelas begini. Mumpung terjangkau masih di Kaltim juga,” ucap peserta yang merasa nyaman tanpa disebut namanya itu. “Start sejak semalam, baru tiba tadi Shubuh,” ucapnya dengan penuh semangat.

Di hadapan peserta, Putra Ausa lebih dahulu menerangkan secara singkat soal teori dasar fotografi dan videografi. Menurutnya, menciptakan karya foto dan video tidak melulu asal ambil kamera lalu jepret dan dianggap selesai.

“Kalau kita ingin buat foto atau video yang baik, itu pasti semuanya dalam sebuah pondasi yang benar. Artinya dasar fotografi atau videografi itu tetap penting,” ucapnya mengawali.

Menurut Putra, foto dan video yang baik lahir dari satu imajinasi. Sedang imajinasi itu terbentuk dari sebuah hati lalu masuk ke dalam pikiran dan dihadirkan dalam sebuah visual.

“Itulah foto atau video. Ia adalah art. Tapi keduanya baik kalau sudah memenuhi ilmu dasarnya. Minimal unsur utama eksposure dan komposisi,” lanjutnya.

Hal ini penting, sambung Putra, agar orang tidak mudah terjebak jika melihat sebuah foto atau video orang lain. Ia lalu mencontohkan, dirinya hingga sekarang tidak menyukai film bergenre horor tetapi bukan berarti film itu jelek.

“Selama film itu dibuat dengan standar profesionalitas, itu baik. Saya cuma tidak suka yang buruk rupa atau setan-setan begitu,” ucapnya menerangkan.

Selanjutnya, pelatihan itu lebih banyak menghabiskan waktu dengan belajar secara langsung atau praktik di luar ruangan (outdoor). Suasana lingkungan Pesantren Hidayatullah yang asri menjadikan peserta dan pemateri betah sekaligus puas mengeksplore obyek latihan mereka.

“MasyaAllah. Senangnya disambut hangat sekali di Ponpes Hidayatullah Balikpapan. Antuasias yang luar biasa baik dari santri dan ustadz pembimbingnya. Semoga ilmunya bermanfaat. Lumayan naik kuda pemanah,” tutup Putra Ausa yang juga berkeliling di Stable Ummulqura Hidayatullah.

Untuk diketahui, berbagai pelatihan dan workshop terus digencarkan oleh Panitia Media Publikasi dan Dokumentasi Silatnas Hidayatullah 2023.

Sebelumnya, mereka menggelar Pelatihan Dasar Video dengan pemateri Said Fachry Maulidan, yang juga seorang Kreator Video Nasional.

Tulisan ini bagian dari partisipasi peserta Sayembara 140 Tulisan Road to Silatnas Hidayatullah 2023. Anda juga bisa mengikuti sayembara ini, Baca: Sayembara: Dicari! 140 TULISAN Road to Silatnas Hidayatullah 2023.* (Abu Jaulah/LPPH/Media Silatnas Hidayatullah/MCU)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *