Membersamai Santri Hidayatullah Balikpapan: Apel Pagi – Kerja Bakti

Santri SMH Balikpapan bekerja bakti di Pesantren HIdayatullah Gunung Tembak, Ahad (05/06/2022).* [Foto: SKR/MCU]

Ummulqurahidayatullah.id– Ahad (05/06/2022) pagi di pesantren ini, menikmati sengatan matahari yang hangat, disertai sejuknya hembusan angin.

Kakiku melangkah menuju asrama putra. Sesampainya di situ, terdengar suara tegas santri Pandu Hidayatullah, mengumumkan perintah kepada seluruh santri untuk berkumpul segera ke lapangan.

Apel pun dilaksanakan. Seluruh santri Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH) Putra Balikpapan MTs-MA Raadhiyatan Mardhiyyah berkumpul. Apel ini untuk melatih kedisiplinan. Tak satu pun santri yang berani bergerak di luar perintah saat apel.

Latihan tersebut merupakan salah satu kegiatan rutin santri Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak setiap Ahad pagi sebelum sarapan. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga stamina dan kesehatan santri, sudah berlangsung sejak lama.

Usai latihan di depan asrama itu, para santri berbaris rapi, lalu berlari menuju dapur untuk sarapan pagi. Sesampainya mereka di dapur, petugas dapur telah mempersiapkan hidangan. Para santri tampak sangat senang karena tak perlu menunggu lama lagi untuk menikmati sarapan.

Waktu berlalu beberapa menit, tiba-tiba seseorang berteriak dari kejauhan. Tanda bahwa apel selanjutnya sudah harus dimulai. Tuntas makan, para santri pun bergegas dengan cepat, tak ada yang berani untuk bermain-main. Bisa dapat hukuman edukatif.

Ini adalah apel pembagian lokasi kerja bakti rutin Ahad pagi. Setelah santri berbaris rapi, pengumuman pun dimulai. Santri mendengarkan dengan seksama. Mereka ditempatkan bekerja bakti di empang, di sekolah, sekeliling asrama, dan dapur.

Setelah lokasi kerja bakti dibagikan, santri menyebar sesuai tugasnya. Petugas Pandu mengawasi agar pekerjaan yang dilakukan santri dilakukan secara optimal. Selain santri, warga Hidayatullah Gunung Tembak juga terlibat bekerja bakti Ahad pagi.

“Alhamdulillah!” Selepas kerja bakti, santri pun kembali ke asrama untuk melanjutkan kegiatan pribadi. Seperti mempersiapkan baju untuk shalat dan sekolah, mencuci baju yang telah kotor, merapikan kamar dan lemari, serta yang lainnya.* (Dzulhaq, santri Gunung Tembak/MCU)

Baca juga: Cerita Santri SMH Jaga Gerai ZIS di Tana Tidung

You may also like...