Kunjungan Prof Mohammad Nuh ke Pesantren Hidayatullah Balikpapan

Prof Mohammad Nuh berfoto bareng Pembina dan Pengawas serta Pengurus YPPH Balikpapan di Kantor YPPH, Selasa (01/02/2022).* [Foto: Fauzi/MCU]

Ummulqurahidayatullah.id– Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Komisaris Utama Bank Mega Syariah, Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh, DEA, berkunjung ke Pondok Pesantren Hidayatullah Ummulqura Balikpapan di Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, 29 Jumadal Akhirah 1443 H (01/02/2022).

Dalam agenda silaturahim itu, mantan Rektor Institut Sepuluh November (ITS) Surabaya tersebut menyempatkan diri melaksanakan shalat ashar berjamaah di Masjid Ar-Riyadh Hidayatullah Balikpapan, setelah itu bertaaruf dan memberikan taushiyah kepada seluruh warga, santri, dan jamaah masjid.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Ummulqura Balikpapan, Ustadz Hamzah Akbar, merasa senang saat menyambut kedatangan Prof Nuh.

“Terima kasih kepada Pak Prof, bisa bermuwajahah dengan kita semua di kampus Ummulqura Indonesia,” ucap Ustadz Hamzah Akbar di podium masjid di hadapan ratusan jamaah shalat Ashar.

Selain itu, Ustadz Hamzah juga menjelaskan sekilas profil Prof Nuh agar semakin dikenal oleh para santri. “Dulu (beliau) satu periode menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika, setelah itu diangkat jadi Mendikbud lagi,” ungkapnya.

Dalam taushiyahnya, Prof Nuh menyampaikan rasa syukur dan bahagianya bisa mengunjungi Kampus Hidayatullah Pusat Balikpapan itu.

Prof Nuh juga merasa senang bisa berjumpa dan melihat wajah-wajah para santri.

“Jika saya  memandang adek-adek semua ini bukan dengan pandangan biasa, tapi dengan pandangan hati, In sya Allah adek-adek ini selalu menjadi orang yang memberi kemanfaatan kepada bangsa dan negara,” tuturnya di podium masjid.

Kedatangan Prof Nuh yang didampingi oleh Kepala Cabang Bank Mega Syariah Balikpapan, Yudiyanto, itu disambut hangat oleh warga dan santri Hidayatullah Ummulqura Balikpapan.

Hal itu tampak ketika Prof Nuh bercerita terkait pemuda-pemuda zaman dahulu yang alim lagi cerdas.

Setiap menceritakan kisah seorang pemuda, Prof Nuh menunjuk secara santri secara acak lalu memanggilnya untuk berdiri di samping mimbar.

“Adek coba ke sini, kita contohkan ya,” ujar Ketua Dewan Pers 2019-2022 ini seraya menunjuk seorang santri Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH).

“Namanya siapa ?” tanya Prof Nuh kepada santri.

“Abdul Hakim,” jawab santri itu.

“Asalnya dari mana?”

“Dari Kalimantan Utara!”

“Kalimantan Utara jauh kah (dari Kalimantan Timur)?”

Santri itu pun geleng-geleng.

“Loh Timur ke Utara kan jauh,” canda Pak Prof disambut tawa oleh seluruh jamaah.

Prof Mohammad Nuh (dua dari kiri) bersama Ketua YPPH Balikpapan Ustadz Hamzah Akbar (dua dari kanan) di Pondok Pesantren Hidayatullah Ummulqura, Gunung Tembak, Selasa (01/02/2022).* [Foto: Fauzi/MCU]

Acara di Masjid Ar-Riyadh itu ditutup dengan pembacaan doa yang dibawakan oleh Ketua Bidang di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan, Ustadz Irwan Budiana.

Setelah Prof Nuh melakukan ta’aruf dan memberi taushiyah di hadapan seluruh jamaah Hidayatullah Ummulqura Balikpapan, dilakukan ramah tamah bersama para pengurus YPPH, dosen STIS Hidayatullah, guru SMH, MI RM Putra, dan Ahlus Shuffah di Kantor YPPH. Berikut ini foto-foto kunjungan Prof Nuh tersebut:* (Asrijal/MCU)

Baca: Hidayatullah Luncurkan Sekolah Sepakbola di Jayapura, Jadi Ladang Dakwah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.