“Kader itu Taat, Kalau Suka Menampik Tugas Namanya ‘Kadera’”

Rapat koordinasi rutin pekanan YPPH Balikpapan di Gunung Tembak (07/02/2022).* [Foto: SKR/MCU]

Ummulqurahidayatullah.id– Sisa umur dalam hidup manusia hendaknya dimanfaatkan secara optimal untuk berkarya untuk agama dan berbuat baik kepada sesama. Tidak boleh ada waktu yang terbuang percuma tanpa ada nilai kebaikan dan jaminan pahala yang mengalir.

Itulah prinsip hidup Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Rasyid Ridho, pada rapat koordinasi umum Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan di Kantor YPPH, Gedung WKP, Gunung Tembak, Balikpapan, Senin pertama bulan kemarin (07/02/2022).

Seorang kader dakwah, menurut Haji Rasyid, nama panggilannya, tak boleh berpikir bahwa sudah berapa jam ia bekerja dan menghitung-hitungnya setiap hari. Sebab tugas apapun, tidak lain adalah amanah dan perpanjangan tangan dari Pemimpin Umum Hidayatullah. Bukan tempatnya untuk menawar apalagi menolak perintah atau keputusan tersebut.

“Kalau ada order ada perintah mau jam berapa, laksanakan saja. Seperti itu namanya kader. Orang yang suka menawar dan menampik perintah atau tugas, itu namanya ‘kadera’ (kursi, red) dalam bahasa Bugis,” ucap Haji Rasyid yang juga berdarah suku Bugis tersebut, didampingi Ketua YPPH Balikpapan Ustadz Hamzah Akbar dan Sekretaris Ustadz Abul A’la Maududi.

Bicara tentang kader dakwah, masih menurut Direktur Pemeliharaan dan Pengembangan Asset YPPH itu, tak bisa lepas dari ketaatan pada pemimpin dan keyakinan terhadap perjuangan dakwah Islam.

Amal yang dikerjakan karena ketaatan dan niat ikhlas untuk agama disebutnya menjadi modal besar untuk mengundang bantuan dan pertolongan Allah kelak.

“Mari kita berpikir positif karena berpikir satu positif akan melahirkan seribu positif lainnya. Jadi kita dukung penuh dakwah ini, maka sebentar lagi bantuan Allah turun. Jelas sekali ini,” tegas dai yang sudah malang melintang berdakwah di sejumlah pelosok daerah tersebut.

Selanjutnya, di hadapan pengurus dan guru-guru yang ada, Haji Rasyid menceritakan lika-liku tugas yang diembannya selama ini. Secara logika manusia, terkadang hal itu terasa berat bahkan nyaris mustahil. Tapi realitasnya, berbagai kemudahan dan pertolongan  justru dirasakan ketika di lapangan.

“Saya memang biasa sampaikan kepada pejabat dan lainnya, kaki dan tangan ini akan jadi saksi semua di Hari Akhirat. Jadi perbanyak amal jariah dan perbanyak menolong urusan dakwah dan agama ini,” ucapnya meniru kembali dialognya saat menasihati pejabat pemerintah.

Terakhir, selain nasihat tentang ketaatan dan semangat berdakwah, Haji Rasyid tak lupa mengingatkan tentang pentingnya seorang Muslim belajar memperbaiki bacaan al-Qur’an. Meski diakui terlambat, tapi dirinya tak ingin menyesali itu dan bertekad tetap semangat serta tidak malu-malu memperbaiki bacaan al-Qur’an.

“Pokoknya saya harus pegang mik. (Urusan) mau salah atau tidak, saya harus mengaji, bacaan saya harus didengar dan diperbaiki oleh Ustadz Baharun. Saya betul-betul mau belajar ber-Qur’an dengan baik, itu tidak main-main dan tidak perlu malu-malu,” lanjutnya masih dengan semangat yang sama.

Perlu diketahui, setiap Rabu bakda subuh, di Masjid Ar-Riyadh Hidayatullah Gunung Tembak, digelar pembelajaran tahsin Al-Qur’an bersanad. Taklim ini dibawakan oleh Ustadz Baharun Musaddad, Imam Masjid Ar-Riyadh.

Dalam pembelajaran itu, sejumlah jamaah digilir untuk membacakan ayat-ayat al-Qur’an yang telah ditentukan dengan menggunakan mikrofon. Ustadz Baharun kemudian mengoreksi bacaan jamaaah jika ada yang perlu dikoreksi. Pantauan Media Center Ummulqura (MCU) Hidayatullah selama ini Haji Rasyid termasuk warga yang rutin membacakan Qur’an untuk dikoreksi pada majelis pekanan itu.

Informasi tambahan, setiap Senin pagi, YPPH Balikpapan rutin menggelar rapat koordinasi pekanan di Gunung Tembak. Selain pengurus inti YPPH, rapat ini juga diikuti seluruh pengurus YPPH. Dalam setiap rapat, pengurus YPPH diberi kesempatan secara bergiliran untuk menyampaikan taushiyah singkat sebagai ajang untuk saling menasihati dan mengingatkan sesama pengurus yayasan.* (Abu Jaulah/SKR/MCU)

Baca juga: “Majalah Digital Gunung Tembak Ummulqura Hidayatullah”, Segera!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.