Jenazah Ustadz Rahmat Masih Tertahan di UEA, DPP Hidayatullah: Mari Doakan & Shalat Gaib

Ustadz Laendra Rahmat Kartolo dan istri di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta sebelum terbang ke Turki. Ustadz Rahmat wafat di pesawat pada Senin (18/10/2021).* [Dok. FB Ihsanul Faruqi]

JAKARTA– Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menyampaikan perkembangan terkini terkait proses kepulangan jenazah Ustadz Laendra Rahmat Kartolo dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) ke Indonesia.

Biro Humas DPP Hidayatullah dalam keterangan resminya di Jakarta menjelaskan bahwa jenazah almarhum sampai saat ini belum bisa dibawa pulang ke Indonesia. Alias, jenazah masih tertahan di Abu Dhabi. Hal ini terkait regulasi yang diberlakukan pihak otoritas UEA.

Berikut keterangan resmi DPP sebagaimana diterima Media Center UmmulQura (MCU) pada Senin (18/10/2021) malam sekitar pukul 23.00 WITA:

“UPDATE ALLAHYARHAM LAENDRA RAHMAT. Jenazah Saudara kita Allahyarham Lendra Rahmat Kartolo masih di Abu Dhabi.

Petang ini waktu Uni Emirat Arab (UEA), Ibu Rita Sahara, istri Allahyarham, ditemui oleh petugas Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi.

Dalam pertemuan itu, pihak KBRI menjelaskan, bahwa:

  1. Sudah menjadi prosedur tetap atas jenazah yang wafat di pesawat milik UEA untuk mendapatkan visum et repertum dan pemeriksaan forensik (pemeriksaan jenazah untuk memastikan sebab-sebab kematian) di rumah sakit resmi pemerintah UEA.
  2. Visum dan prosedur resmi lain memerlukan waktu 3-5 hari.
  3. Ada dokumen-dokumen yang harus dilengkapi.
  4. Ibu Rita dan Saudari Suci (dari perusahaan travel) sudah diberi visa untuk berdiam di UEA sampai 7 hari.
  5. Pihak Etihad Airways menyediakan hotel hanya untuk 1 hari 1 malam. Kalau lebih ditanggung sendiri.
  6. Jenazah akan dimandikan, dikafankan, dan diproses agar lebih bertahan lama.
  7. Setelah semua prosedur resmi UEA selesai dilakukan akan diumumkan kapan jenazah bisa dikirim pulang.
    Mari kita mendoakan beliau husnul khotimah dan melaksanakan shalat ghoib untuk beliau, karena in syaa Allah telah memenuhi syarat untuk dishalatkan secara ghoib.

Biro Humas Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, 18/10/2021.”

Sementara itu, jamaah Hidayatullah termasuk sejumlah pengurus dan anggota SAR Hidayatullah telah menyambangi rumah duka almarhum di Sukabumi, Jawa Barat. Almarhum Ustadz Rahmat diketahui merupakan Dewan Penasihat PP SAR Hidayatullah.

Ketua Bidang Dakwah dan Pelayanan Umat (Yanmat) Drs. Nursyamsa Hadis, telah memerintahkan jamaah Hidayatullah khususnya personel SAR agar memberikan pelayanan terbaik untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

“Beri pelayanan terbaik kepada Almarhum sejak dari penjemputan di bandara hingga penyelenggaraan jenazah dan peristrahatan terakhirnya,” ujar Ustadz Nursyamsa via pesannya, Senin (18/10/2021) siang.

Sebelumnya diberitakan, Keluarga Besar Hidayatullah kembali berduka. Kali ini, salah seorang dainya, Ustadz Laendra Rahmat Kartolo, berpulang ke Rahmatullah. Ustadz Rahmat, demikian dikenal, wafat di atas pesawat dalam perjalanan tugas dari DPP Hidayatullah.

“Telah kembali ke Rahmatillah saudara kita: LAENDRA RAHMAT KARTOLO (usia 51 tahun, Ketua Departemen Organisasi DPW Hidayatullah Jawa Tengah, Pembina Yayasan An-Najah Rembang dan Pati) pada jam 3.00 dinihari waktu Abu Dhabi, Senin, 18/10/2021, di pesawat Etihad Airways dalam perjalanan dari bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju bandara Abu Dhabi.

Allahuyarham salah satu anggota rombongan Safari Pendidikan Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah DPP (Dewan Pengurus Pusat) Hidayatullah yang akan melakukan perjalanan selama 10 hari untuk mengunjungi lembaga-lembaga pendidikan dan tempat-tempat bersejarah di Turki,” demikian keterangan resmi dari Biro Hubungan Masyarakat DPP Hidayatullah di Jakarta pada Senin (18/10/2021).

Baca: Innalillahi… Dai Hidayatullah Wafat di Pesawat dalam Tugas Pendidikan ke Turki

Menurut keterangan seorang dokter yang juga penumpang pesawat, diduga sebab medis kematian adalah serangan jantung. Allahyarham dinyatakan wafat, setelah awak pesawat Etihad Airways dan penumpang yang juga dokter, berusaha memberikan bantuan medis setelah mendapatkan laporan bahwa Allahyarham pingsan.

“Qaddarallaah wa maa syaa Fa’ala, beliau wafat sebelum pesawat mendarat. Menurut keterangan istri Allahyarham, Ustadzah Rita Sahara, beliau berangkat dalam keadaan sehat wal afiyat, dan melalui prosedur pemeriksaan kesehatan yang diperlukan, meskipun beberapa tahun sebelumnya pernah sekali mendapat serangan jantung. Sampai saat masuk ke pesawat juga dalam keadaan sehat dan ikut berfoto bersama,” jelas DPP.* (SKR/MCU)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.