Gencatan Senjata Israel-Hamas Tercapai, Proses Perdamaian Segera Dibahas

Orang-orang melewati tumpukan puing di samping bangunan yang hancur oleh serangan udara Israel, di Kota Gaza, Jumat (21/5/2021). Israel dan Hamas telah sepakat untuk gencatan senjata di Jalur Gaza setelah 11 hari pertempuran. (AP Photo/John Minchillo)

 Gencatan senjata antara Israel dan Hamas menandai hari ketiga pada Minggu (23 Mei) ketika mediator berbicara kepada semua pihak tentang memperpanjang periode ketenganan usai pecahnya pertempuran terburuk dalam beberapa tahun.

Mesir telah beberapa mengadakan pembicaraan antara Israel dan Jalur Gaza, yang diduduki oleh Hamas, untuk mencoba mempertahankan gencatan senjata dan juga telah bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, di Tepi Barat.

Menteri luar negeri Mesir juga akan bertemu dengan pejabat tinggi Yordania untuk membahas de-eskalasi dan cara untuk menghidupkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah.

Koordinator Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk wilayah Palestina, Lynn Hastings mengatakan pada Minggu (23/5) bahwa PBB akan meluncurkan seruan untuk memperbaiki kerusakan di Gaza, di mana juga ada risiko penyebaran COVID-19.

“Eskalasi telah memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di Gaza, yang dihasilkan oleh hampir 14 tahun blokade dan perpecahan politik internal, di samping permusuhan yang berulang,” kata Hastings, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (24/5/2021).

“Kami juga harus memastikan dukungan untuk terus menangani kebutuhan yang sudah ada, termasuk yang timbul dari pandemi yang sedang berlangsung,” tambah Hastings.

Israel telah memblokade Gaza sejak 2007, mengatakan bahwa otoritasnya mencegah Hamas membawa senjata.

Sementara itu, menurut Hastings, PBB telah lama meminta Israel menghentikan blokade.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan bahwa Washington akan bekerja dengan badan-badan PBB untuk mempercepat bantuan kemanusiaan mencapai Gaza “dengan cara yang tidak mengizinkan Hamas untuk mengisi kembali persenjataan militernya”.

1 Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *