Ungkapan Pendiri Hidayatullah yang Bikin KH Naspi Arsyad “Gak Bisa Tidur”

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Gempuran teknologi komunikasi di tengah badai era digital nyaris membuat seluruh media massa berbasis cetak berguguran satu persatu. Tak kecuali beban yang dirasakan oleh Majalah Suara Hidayatullah, media dakwah nasional milik ormas Hidayatullah.
Realitasnya, media dakwah yang terbit setiap bulan itu kini masih bertahan dan sudah mendekati usia hampir 40 tahun. Berbagai tantangan dan rintangan terus mengadang untuk bisa bertahan terbit hingga sekarang.
Perjuangan sekaligus challenge (tantangan) ini diungkap oleh KH. Naspi Arsyad, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, baru-baru ini.
Ia menegaskan, mempertahankan eksistensi Majalah Suara Hidayatullah ini tak lain adalah wujud ketaatan para kader Hidayatullah kepada almarhum KH Abdullah Said, Pendiri Hidayatullah.
Di hadapan ratusan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah yang memadati Aula Pusat Gedung Dakwah di Jakarta, Kiai Ketum sapaannya, lalu menyebut satu ungkapan yang populer disandarkan kepada Ustadz Abdullah Said.
“Majalah ini harus tetap hidup bagaimanapun caranya,” tegas Ustadz Abdullah Said seperti ditirukan Ustadz Naspi dengan penuh semangat (14/1/2026).
Mendengar atau mengetahui kalimat itu diucapkan langsung oleh Ustadz Abdullah Said dahulu, Ketua Umum DPP Hidayatullah mengaku langsung tidak bisa tidur memikirkannya.
“Ah, pokoknya malam itu langsung bertekad harus dikawal Majalah Suara Hidayatullah ini,” lanjutnya.
Menerawang Cita-cita Besar
Ustadz Naspi berpesan, dakwah melalui literasi dan majalah ini tak lagi bisa dilihat tentang siapa pengelola atau pencetak majalah tersebut.
Tapi harus menerawang jauh ke depan tentang sebuah cita-cita besar sekaligus perlawanan nyata menolak hegemoni peradaban Barat dan pemikiran yang merusak generasi muda Islam.
“Kalau (Majalah) Suara Hidayatullah enggak terbit, LGBT merajalela, liberal merajalela, umat Islam jauh dari agamanya, hilang wibawa Islam, dan hilang kebanggaan kita kepada majalah ini, dan itu adalah gara-gara sebagian kita atau oknum personel, maka siapa yang tanggung jawab?” gugah Ustadz Naspi kepada seluruh peserta Rakernas Hidayatullah.
Untuk diketahui, Majalah Suara Hidayatullah terus berusaha bertahan dengan segenap idealisme dakwahnya sebagai jaringan Muslim bertauhid. Tagline-nya sejak dulu menjadi bara api yang terus berkobar “Nyatakan Tiada Ilah Selain Allah Pasti Menang”.* (Abu Jaulah/@Uqreat)
Recent Comments