Sudah Nenek-nenek Masih Belajar Mengaji, Cahaya Al-Qur’an di Kaltara

Nenek-nenek belajar mengaji di RQ Al-Hidayah 1, Kabupaten Nunukan, Kalimatan Utara (24/1/2026).* [Foto: Istimewa/BMH]

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Di sebuah sudut beranda utara Indonesia, tepatnya di empat titik pelosok Nunukan, pemandangan mengharukan tersaji setiap harinya.

Suara lantunan ayat suci tidak hanya keluar dari lisan anak-anak, melainkan juga dari bibir para lansia yang rambutnya telah memutih.

Mereka adalah bagian dari 66 santri yang bernaung di bawah Rumah Qur’an binaan Muslimat Hidayatullah (Mushida) Nunukan, Kalimantan Utara.

Kehadiran para lansia ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia.

“Melihat antusiasme nenek-nenek di sini adalah suntikan semangat bagi kami. Bayangkan, dari yang awalnya buta huruf, sama sekali tidak mengenal huruf hijaiyah, kini Alhamdulillah sudah lancar membaca Al-Qur’an,” ungkap Aisyah, pengajar dari Mushida Nunukan dengan mata berkaca-kaca, Sabtu (24/1/2026).

Menjaga Nyala Semangat

Agar nyala semangat ini tidak padam, Laznas BMH Perwakilan Kalimantan Utara kembali hadir membawa “bahan bakar” baru.

Dukungan biaya operasional, ketersediaan Al-Qur’an, hingga buku Iqra resmi dipastikan berlanjut untuk sepanjang tahun 2026.

Kepala ULZ BMH Nunukan, Safriadi, menyebutkan bahwa konsistensi dukungan ini adalah kunci keberhasilan pembelajaran di empat wilayah, yakni Mambunut Dalam, Mambunut Luar, Kampung Baru, dan Selisun.

“Dukungan ini adalah bentuk apresiasi kami atas semangat luar biasa para santri dan guru mengaji. Kami ingin memastikan alat dan biaya tidak lagi menjadi kendala bagi mereka yang rindu membaca firman-Nya,” tutur Safriadi.

Nenek-nenek belajar mengaji di RQ Al-Hidayah 1, Kabupaten Nunukan, Kalimatan Utara (24/1/2026).* [Foto: Istimewa/BMH]

Bagi para lansia di Nunukan, Rumah Qur’an bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang harapan.

Di sana, di antara barisan huruf hijaiyah, mereka menemukan jalan terang di sisa usia, membuktikan bahwa di perbatasan negeri pun, cahaya Al-Qur’an tetap bersinar benderang.* (Herim/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *