Momen Istimewa ISCH III, Para Pembimbing Hidayatullah Gn Tembak Ber-Pramuka

Ummulqurahidayatullah.id– Banyak momen istimewa dari acara pembukaan Perkemahan Nasional Pramuka Islam III Hidayatullah (The 3rd National Islamic Scout Camp of Hidayatullah) yang biasa disingkat ISCH III, Kamis, 27 Shafar 1447 (21/8/2025) pagi.
Selain dihadiri oleh Ario Bimo Nandito Ariotedjo (Menteri Pemuda dan Olahraga RI), Dr. Rudy Mas’ud, M.E (Gubernur Kalimantan Timur), serta Ustadz Dr. Nashirul Haq, MA (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah) dan KH. Abdurrahman Muhammad (Pemimpin Umum Hidayatullah), acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh senior Hidayatullah dan para tamu undangan lainnya.
Menariknya, pembina dan pengawas Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan sekaligus kader awal Hidayatullah di Gunung Tembak, tampil dengan memakai outfit Praja Muda Karana (Pramuka) Indonesia, yang biasa diartikan “Jiwa Muda yang Suka Berkarya”.
Tampak pada foto-foto, terlihat Ustadz Abdul Qadir Jaelani, Ustadz Amin Mahmud, Ustadz Mannandring Abdul Gani, Ustadz Sarbini Nasir, dan Ustadz Husain Kallado tersenyum lebar saat diminta berpose bersama di bawah tenda yang menaungi mereka di lapangan sepakbola Aglasra, Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak.
Bukan cuma itu, KH. Abdurrahman Muhammad juga tak ketinggalan dengan memakai seragam pramuka lengkap dengan songkok hitam di kepala dan kain surban bercorak warna merah yang disandingkan di leher.
Hal itu terlihat sangat serasi layaknya ribuan santri Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Hidayatullah yang memadati lapangan Aglasra Hidayatullah Gunung Tembak tersebut.
“Tambah Muda”
Pemandangan ini tak ayal memantik sejumlah komentar dan tanggapan positif dari kader dan anggota Hidayatullah.
“Maa syaa Allah para sesepuh kita mengenakan kostum Pramuka,” sambut Ustadz Ahmad MS, Ketua Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tenggara (DMW Sultra) pada satu grup obrolan para kader Hidayatullah yang beranggotakan ratusan anggota di grup tersebut.
“MasyaAllah, sesuatu banget ini. Belum pernah terjadi (sepertinya). Beliau-beliau jadi tambah muda semua. Barakallah,” tulis Abbas Usman Palese, pengurus pusat Search and Resque (SAR) Hidayatullah.
“MasyaAllah, barakallah fikum,” ucap Ustadz Irsyad Istoyo, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sumatera Barat (DPW Sumbar) yang juga pernah nyantri di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak.
Pujian sekaligus doa datang dari Direktur Kelompok Bimbingan Haji (KBIH) Hidayatullah, H. Hamudi yang menyebut para kader senior tersebut sebagai pramuka sejati.
“Allahu Akbar, inilah pramuka sejati, Pramuka sejarah,” ucapnya disertai emot mendoakan kebaikan.
“Mantap, masih gagah semua di usia senja. Semoga Allah tetap menjaga dan menyehatkan semuanya, amin,” lanjutnya yang juga diaminkan oleh kader senior, Ustadz Syarif Bastian, putra Ustadz Amin Bahrun Rahimahullah.
Panggilan “Kakak”
Selain outfit pramuka yang dipakai secara kompak oleh para tamu undangan hingga menyatu dengan seragam pramuka peserta, hal menarik lainnya adalah soal panggilan “kakak” atau “kak” yang kerap dipakai sebagai sapaan akrab oleh anggota Pramuka.
“Pokoknya, selama empat hari bebas panggil kak ke guru-guru kalian,” ucap salah seorang ustadzah Sekolah Menengah Hidayatullah Raadhiyatan Mardhiyyah Putri sambil tertawa bareng bersama murid-muridnya. “Nikmati pokoknya Jamnas ini,” lanjutnya yang enggan disebut namanya itu.
“Bebas dong ya, bisa panggil kakak ke siapa saja, biar tambah akrab gitu,” lanjut santri putri bercanda akrab bersama guru sekaligus pelatihnya selama giat Jambore Nasional Satuan Komunitas Pramuka Hidayatullah ini.* (Abu Jaulah/Media ISCH III/@Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments